Bagian 15

1081 Words

Sydney bisa menghembuskan napasnya lega setelah sampai di bandara dan duduk di kursi tunggu selagi Anneliese menjemputnya nanti. Setelah menghabiskan perjalanan panjang dan melelahkan, Sydney kini sudah membayangkan kasur empuk di mana dia bisa mengistirahatkan badannya. Apalagi setelah pria di sampingnya saat di pesawat yang tidak hanya sekali-dua kali meletakkan kepalanya di pundak Sydney. Wanita itu hampir saja meminta untuk pindah tempat duduk dikarenakan pria itu membuatnya tidak nyaman. Ugh! Sydney berharap tidak akan bertemu dengan pria itu lagi. Wanita dengan mantel berwarna beige dan rambut yang ia urai begitu saja, kini memainkan ponselnya sambil menunggu sepupunya. Dia melihat notifikasi dari sosial medianya, dan pesan-pesan dari orangtuanya. Namun, dia mendesah kecewa ketika t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD