Bagian 31

1094 Words

Sydney menjadi murung keesokan harinya. Pikirannya terus saja memikirkan soal perkataan Bash tentang pernikahan mereka. Jika boleh jujur, selama di sini, Sydney bahkan hampir lupa bahwa dia sudah bertunangan dengan Sebastian Kainer. Pria yang bisa membuatnya jatuh cinta dan mematahkan hatinya di waktu yang bersamaan. Sydney tahu dia tidak bisa melakukan ini dan berlari dari Bash selamanya. Lagipula, yang dia inginkan hanya-lah untuk bisa kembali pulang secepat mungkin. Namun, bukan berarti dia menginginkan pernikahan di antara dirinya dan Bash berlangsung secepat mungkin. "Hei, potong dagingnya dengan benar." Sydney terlonjak saat Bethany menepuk pundaknya cukup keras. Pagi ini, dia memutuskan untuk membantu Bethany dan beberapa wanita lainnya alih-alih diam di kamarnya dan membuat pikira

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD