the Queen of Demon Kingdom
Cuaca cerah burung berkicau matahari bersinar terang . Alam seolah berkata ini waktu yang tepat untuk mendaki gunung . Apalagi kalau di temani satu kampus pasti seru . Stefanie terus memandangi lagit dan menghirup udara segar sambil membayangkan mendaki gunung bersama teman kampusnya .
“sayang ayo sarapan kamu nanti telat ke kampus . “
Ayah memanggil fanie dari bawah .
“ Iya yah bentar lagi turun . “
Fanie menuruni tangga lalu duduk di meja makan
“ yah ...fanie mau ikut mendaki gunung sama teman kampus . “ mengambil roti dan susu
“ buat apa ikut . Bisa bahaya kalau kamu gak terbiasa . “
ayah menjawab dengan nada sedikit kesal .
“ Fanie kan malu yah kalau sampai gak ikut . “
tegas fanie
“ jangan sayang bahaya . “
Ayah berbicara dengan tegas lalu mencium kening fanie
“ ayah kerja dulu ya , hati-hati dirumah . “
ayah berjalan Keluar rumah .
“ iya yah hati-hati di jalan . “
Fanie berangkat ke kampus dengan wajah kesal dan bingung langsung masuk kelas tanpa menghiraukan teman-teman nya yang memanggilnya .
“ fan...elu di panggil kenapa gak dengar sih . “
Rina heran dengan sikap fanie dan duduk di sampingnya .
“ emang ada apa sih . “
tanya Rina penasaran . Fanie menghela nafas .
“aku gak di bolehin sama ayah mendaki gunung . “
wajah fanie cemberut
“ cuman gitu aja , omongin baik-baik . Toh masih 1 bulan lagi ." Ririn datang duduk disebelah fanie .
Kuliah pun selesai . Fanie Ririn dan Rina pergi ke kantin beli makanan sambil membicarakan tugas kampus .
“Udah dapat ijin untuk ikut pendakian belum ? “
Hary datang dari belakang berdiri di samping Fanie yang sedang membaca buku .
" belum dapat ijin “
jawab Fanie singkat tanpa memandang Hary .
“ Kalo udah dapat cepat kabarin ya . Paling lambat 2 Minggu sebelum tanggal berangkat . “
Hary memandang Fanie
“ ehm .”
Fanie mengangguk . Hary berlalu sambil tersenyum .
“ Pangeran ku di cuekin Fanie .” Rina tersenyum meledek Fanie .
“ beneran gak peka teman gue satu ini . “
menggelengkan kepala memandangi Fanie .
“ Terus kapan kamu punya pacarnya ? .”
Rina dan Ririn kompak bertanya pada Fanie .
" Ih...cerewet aku pulang dulu . " Fanie bergegas pulang ke rumah . Hary hanya bisa memandangi fanie dari jauh .
Fanie menunggu Ayah pulang ke rumah sambil mengerjakan tugas kampus .
“tumben anak ayah belum tidur jam segini . “
membuka pintu lalu mencium kening Fanie .
“ belum yah . “
jawab Fanie lirih . Fanie menyiapkan makan malam dan mereka makan bersama .
“yah ..tolong ijin Fanie mendaki gunung ya . “
pinta Fanie memelas . Ayah pun menghela nafas.
“ Kenapa masih bahas itu lagi sih ." ayah merasa kesal menatap ke arah Fanie
“ aku mohon Yah .”
pinta Fanie lagi .
“ baiklah . Tapi janji ya sering kasih kabar ke ayah . “
Ayah mengelus rambut Fanie . Fanie kembali ke kamar dengan senang .
Ayah duduk di depan televisi sambil merokok .
“ apa kamu lupa Fanie , waktu ayah menemukanmu di gunung . Keadaanmu hampir sama seperti hewan . Bajumu lusuh rambut berantakan tidak bisa bicara dan yang paling parah setiap bulan purnama matamu berubah merah dan tingkah mu seperti ingin membunuh orang . Mirip seperti anak iblis yang tersesat di dunia manusia. Ayah takut terjadi hal buruk sama kamu . Ayah gak rela kehilangan kamu , walau ayah bukan ayah kandungmu . “
gumam ayah dalam hati melamun dan menghisap rokok .
Hari pendakian pun tiba . Seluruh mahasiswa berkumpul di depan kampus dan bersiap masuk bus menuju ke pendakian .
“ Hati-hati dijalan ya . Jangan lupa sering kasih kabar . “
ayah memandang Fanie lalu mencium kening nya .
“jangan macem-macem waktu pendakian . “ sahut nenek memandang sinis fanie.
“ baik nek . “
Fanie masuk ke dalam bus, sang Ayah pun terus memandangi sampai bus sudah tidak terlihat .
“sampai kapan kamu mau disini , dia udah gede Gak usah cemas . “ nenek kesal lalu masuk ke dalam mobil .
“ ayo pulang . “
ayah memasuki mobil .
“ lagian ngapain adopsi anak aneh kayak gitu . Biar sekalian dia kembali ke tempat asalnya . “ memandang ayah dengan tatapan tajam .
“ aku kan pengen punya anak Bu . “ jawab ayah singkat .
“ punya anak ya nikah lah . Kamu masih tampan mapan . Cewek mana yang gak mau sama kamu . “ nenek kesal lalu memalingkan wajahnya ke arah lain .
“ memangnya ada yang mau sama mantan pecandu n*****a dan di nyatakan mandul sama dokter . “ tanya ayah sambil tersenyum
“belum juga di coba . Udah bilang gak bisa . “
nenek memandang ayah dengan sinis . Ayah pun tertawa melihat tingkah nenek yang marah .
Ditengah perjalanan menuju pendakian hujan begitu lebat petir yang menyambar .
“ Ini sudah waktunya kita pulang ke dunia kita kakak ku tercinta . “ Justin berbicara lirih .
Justin menggerakkan jarinya lalu bus pun mulai bergerak ke kanan dan ke kiri . Lalu bus pun melaju dengan kencang dan terjatuh ke jurang yang dalam . Body bus yang tersangkut di pohon terlihat sangat kecil jika dilihat dari dalam jurang . Setelah Fanie tersadar , dia melihat potongan tubuh yang tercerai berai . Badan dan kepala yang terpisah tangan dan kaki yang jadi berkeping keping .
Fanie melangkah menjauh dari tumpukan mayat itu . Dia melihat hutan yang lebat dan cahaya matahari susah masuk di sana .
“ kenapa tidak ada orang atau rumah penduduk sih . Aku benar-benar kehausan , aku lelah berjalan .”
Fanie bersandar di bawah pohon lalu mengatur nafasnya . Fanie melanjutkan perjalanan nya . Dia pun bertemu dengan anjing kecil yang lucu sedang terluka dan kakinya pincang .
“ kasihan...aku balut lukamu dulu ya . Nanti kita jalan dan cari rumah penduduk sama-sama . “
Fanie mengoleskan obat dan menggendong anjing lucu itu meneruskan perjalanan .
sepanjang jalan fanie hanya menemukan pohon tinggi dan rumput yang tinggi . fanie pun benar-benar kelelahan dan kehausan .
dia bersandar di bawah pohon dengan kondisi lemas . fanie meletakkan anjing kecil di sampingnya . memejamkan mata sejenak menahan haus dan lapar . dari kejauhan terdengar suara air yang mengalir . fanie langsung berdiri dan membawa anjing itu menuju sumber air .
" akhirnya aku bisa minum juga . "
anjing kecil itu lompat kesana kemari setelah minum air dan makan buah . fanie pun tersenyum kecil dan mengelus kepala anjing itu .
" kamu bukan dari sini ya . "
seorang kakek datang dari belakang dengan telinga panjang dan kuku yang runcing . fanie pun ketakutan lalu melangkah mundur dan tenggelam ke dasar sungai .
" eh..."
teriak kakek hampir memegang tangan fanie tapi tidak bisa .
" kakek biar saya saja yang menyelamatkan wanita itu . kakek tunggu di sini . "
cucu kakek yang bernama Lila mencegah kakek untuk masuk ke sungai .
" monster s****n enyah kau . "
Lila mengeluarkan sihir dan menggunakan pedangnya untuk membunuh monster sungai yang ada di dasar kolam .
" monster mati kau . "
Lila menusuk mata monster itu dan menebas kepalanya . dasar sungai pun seketika di penuhi darah . Lila secepat mungkin berenang ke darat sebelum monster lain datang karena bau darah .
" hah...hah berat juga ini cewek . "
meletakkan badan stefanie di dekat batu . lila memberikan nafas buatan pada Fanie . air dalam tubuh fanie pun keluar semua . tapi fanie belum sadarkan diri . kakek pun menghampiri .
" obati dulu luka di lenganmu itu . lalu kembalilah ke rumah . "
kakek memberikan tanaman obat ke lengan Lila .
" baik kek . "
Lila memegang lukanya lalu pulang ke rumah .
kakek memeriksa tubuh fanie dengan sihir . ternyata monster sungai itu memberikan gigitan pada Fanie yang mengakibatkan tubuh fanie mulai membiru . kakek pun panik lalu terbang menggendong fanie kembali ke rumah .
" kakek ...ini wanita yang dibicarakan Lila tadi . " Jenni membantu kakek menidurkan fanie ." tubuhnya mulai dingin dan membiru .
Jenni memeriksa tubuh fanie dan menghangatkan tubuh fanie dengan sihir api .
" tidak bisa kek . sihir ku masih lemah . "
Jenni kelelahan karena mengeluarkan sihir terlalu besar .
" baiklah sekarang tolong panggilkan dokter sihir kerajaan . bilang ada pasien kritis di rumah . "
" baik kek . "
Lila dan Jenni kompak menjawab . mereka terbang ke rumah sakit kerajaan iblis api dengan kencang . sementara itu tubuh fanie mulai dingin .
" dokter Sabin ada pasien kritis di rumah kakek . ku mohon tolong . "
wajah Jenni memelas
" tumben sekali dokter pengobatan tradisional meminta bantuan ku . " dokter Sabin melirik Jenni dengan penuh dendam
" ku mohon Sabin . nyawa pasien dalam bahaya . " Jenni mulai sedih
" baiklah ayo kita ke sana . "
Sabin Jenni dan Lila terbang bersama ke rumah kakek .
" pasiennya ada di dalam dok . "
kakek menyambut di depan pintu . Sabin masuk dengan terkejut .
" ini sihir hitam . dia tadi ada di mana . kenapa bisa terkena sihir hitam yang begitu kuat seperti ini . "
dokter Sabin berusaha mengeluarkan sihir hitam dengan sekuat tenaga
" dia jatuh ke dasar sungai . dan di sana ada monster bilsha . "
Lila menjelaskan dengan terbata bata .
" monster bilsha hanya ada di dongeng saja . kamu jangan bercanda . "
dokter Sabin tidak percaya kalau monster bilsha ada di dasar sungai
" aku tidak bercanda dok . tapi monster itu lemah jadi aku dapat membunuhnya dengan cepat . "
Lila mulai jengkel karena tidak ada yang percaya
" sekarang bantu aku . gunakan sihir api dan sihir pemusnah . "
" aku juga akan membantu . "
kakek , Lila dan Jenni membantu dokter mengeluarkan sihir hitam dari tubuh fanie . sekitar 1 jam kemudian tubuh fanie , mulai stabil dan muntah darah .
" fyuh akhirnya sihir hitam lenyap . "
Jenni memandang dokter Sabin lalu berbicara di luar .
" bagaimana kabarmu . kenapa kau menghilang begitu saja . " dokter Sabin merapikan rambut Jenni
" aku pergi bersama kakek pergi ke kerajaan iblis es untuk meminta sesuatu pada putra mahkota . "
Jenni memalingkan wajah
" apa kau minta dinikahi oleh putra mahkota kerajaan iblis es . "
" tidak , kenapa kau selalu berpikir seperti itu . bukankah aku sudah bilang . aku hanya ksatria kerajaan iblis es . "
Jenni melepas tangan Sabin lalu meninggalkannya begitu saja .
" apa yang ku katakan tadi . "
Sabin kembali ke kamar fanie dan memeriksa keadaan fanie .
" syukurlah keadaannya stabil . kurang lebih 3-7 hari sudah siuman . "
" terimakasih dok . "
kakek tersenyum kecil
" ini resepnya . saya undur diri dulu . kalau ada apa-apa , anda bisa menggunakan batu sihir untuk menghubungi saya . "
Sabin menyerahkan resep obat lalu meninggalkan kediaman kakek . Jenni yang kecewa , hanya memandang Sabin dari jauh .
" apa kau tadi bicara dengan Sabin sendirian . "
kakek berbicara di telinga Jenni
" ka... kakek bikin kaget aja . hanya menanyakan kabar saja . "
" bagus kalau begitu . jaga wanita itu dulu . kakek akan merebus obat dulu . "
" baik kek . "
Jenni masuk ke dalam kamar melihat keadaan fanie .
" dia wanita yang kuat kak . "
Lila datang membawa air untuk membasuh muka dan badan fanie
" iya kalau manusia biasa mungkin sudah mati karena gigitan bilsha . "
" maksud kakak apa . bukanya dia memang manusia biasa . dia bukan bangsa iblis kan . "
" dia setengah manusia setengah iblis . dan dia memiliki darah campuran yang sempurna . "
Jenni memandangi wajah fanie dengan teliti
" bukankah berarti dia iblis cacat yang tidak punya sihir . "
Lila makin penasaran
" itu kalau darah mereka campuran biasa . wanita ini darah campuran yang sempurna . aku bisa mencium aroma manusia sekaligus iblis yang begitu kuat . "
" dia tadi aku temukan di dekat sungai hutan terlarang sendirian . berarti dia dari dunia manusia jika dia tidak ada kekuatan iblis yang menyeret nya kemari . tidak akan mungkin sampai ke hutan terlarang dengan mudah . "
" iya juga sih . "
Lila keluar kamar mengambil baju ganti .
Lila masih sedikit bingung .
3 hari sudah berlalu . tapi fanie belum juga menunjukkan tanda-tanda siuman .
di dalam mimpi stefanie , dia ditinggal pergi ayah dan neneknya . lalu fanie dikejar oleh monster berbahaya dan ada seorang wanita cantik yang ingin membunuh fanie dengan kejam . wanita itu dipenuhi oleh api . fanie pun mengigau
" ayah...jangan pergi jangan tinggalkan fanie . "
fanie menangis lalu siuman
" akhirnya kamu bangun juga . "
kakek Lila dan Jenni tersenyum lebar
" aku akan memasak bubur dulu . "
Lila menuju dapur
" a...aku dimana . lalu siapa kalian . kenapa wajah kalian berbeda denganku . "
fanie masih ketakutan melihat wajah mereka
" tenanglah kami tidak akan berbuat jahat . minumlah dulu . lalu perkenalan dirimu . "
kakek menyodorkan minuman
" terima kasih . "
fanie meminum air dengan sekali teguk .
" nama saya stefanie . tapi saya manusia biasa . tidak bisa terbang seperti kalian . "
fanie mengatakan dengan perasaan takut
" pfft ...hahaha . tidak semua disini bisa terbang . ada beberapa jenis iblis yang tidak bisa terbang . "
kakek menjelaskan dengan senyum
" apa ... iblis . jadi ini dunia iblis . "
fanie terkejut dan tambah ketakutan
" tenanglah kak . kami tidak berbahaya . "
Lila datang membawa bubur . Jenni yang menyuapi .
" istirahatlah dulu kak . besok saja kita lanjutkan bicara . "
" sekalian aku ajak kau berkeliling di dunia iblis api . "
Jenni dan Lila keluar dari kamar fanie . di sisi lain kakek bertemu dengan Hary .
" terimakasih telah membantu kakakku . mantan panglima perang iblis api . "
Hary terharu kakaknya bisa cepat siuman
" ini sudah tugas hamba yang mulia . "
kakek menjawab penuh sopan
" aku titip kakakku biarkan dia tinggal di sini sampai perang dengan kerajaan iblis hitam usai ."
pangeran menaruh harapan besar pada kakek
" hamba akan melaksanakan perintah putra mahkota dengan baik . "
" aku akan mengirimkan emas tiap bulan untuk mengganti biaya hidupnya . "
" hamba pikir tidak usah pangeran . hamba takut justru akan memancing kecurigaan orang lain . "
kakek meminum air dengan sekali teguk .
" baiklah terserah kau saja . sampaikan salam ku dan terimakasih pada pangeran Rasyan .
pangeran Hary mengeluarkan sayap lalu meninggalkan kediaman kakek
" baik yang mulia . semoga selamat sampai tujuan . "
kakek berdiri dari kursi lalu menuju kamar fanie .
" kakek ... apa pangeran sudah kembali . "
Jenni bertanya dengan resah
" sudah dari tadi dia terbang . "
" kenapa pangeran tidak memberi tau dulu . aku kan ksatrianya . "
Jenni kesal dengan tingkah pangeran Hary
" cepat susul dan hati-hati . "
" baik kakek aku berangkat dulu . "
Jenni mengeluarkan sayap lalu pergi menuju kerajaan iblis es
fanie yang ada di kamar pun tidak bisa tidur . memikirkan dia berada di dunia iblis . sungguh sangat menakutkan baginya . selama semalaman , fanie hanya memandangi bulan dari balik kaca kamarnya . dia memikirkan sang ayah yang pasti khawatir dengan keadaan fanie .
" kamu sudah bangun ya . kau mau sarapan atau mandi dulu . biar kakek dan Lila yang siapkan . "
" saya mandi dulu saja kek . " sudah beberapa hari saya tidak mandi . "
fanie keluar dari kamar di papah kakek menuju kamar mandi .
" kalau ada apa-apa kau bisa teriak . kakek menunggu di luar kamar . "
" terimakasih kek . "
wangi bunga dan tanaman obat di bak mandi . membuat perasaan fanie lebih tenang dan nyaman .
kakek yang menunggu di luar kamar juga sudah menyiapkan sarapan untuk fanie .
" terimakasih kek . sudah menyiapkan ini semua untuk fanie . "
fanie tersenyum lebar
" itu bukan apa-apa . makan lah dulu biar Lila yang menemanimu sarapan . "
kakek keluar dari kamar fanie
" ayo makan kak . "
" iya . panggil fanie saja . "
" oke . "
" kakak mu yang satunya mana . kenapa gak sarapan sekalian . "
" oh , Kakak sudah berangkat ke kerajaan iblis es . kak Jenni jadi ksatria pelindung putra mahkota kerajaan iblis es . "
Lila sambil menyantap makanan
" wah , hebat dong bisa jadi ksatria . apakah dia jago menggunakan pedang . "
fanie penasaran
" bukan hanya jago tapi sudah master . "
" aku yang adiknya saja bisa iri . "
Lila menghela nafas
" kau masih bisa berusaha lebih keras dengan latihan rutin . "
fanie memberi semangat kepada Lila
" baik kak mulai hari ini aku akan latihan dengan semangat . "
sore hari fanie melihat Lila latihan berpedang dan sihir . fanie sangat kagum dengan keahlian Lila menggunakan pedang .
" matahari sudah mulai tenggelam . kenapa tidak masuk ke dalam . "
kakek datang membawa keranjang yang berisi tanaman obat .
" Kenapa kau tidak Istirahat saja di kamar , badanmu masih lemah . " Kakek masuk ke dalam rumah
" masih mau lihat Lila latihan pedang kek . "
fanie menuangkan air minum untuk kakek
" Lila , ayo istirahat dulu masuk ke dalam . "
kakek memanggil Lila dari dalam rumah lalu menunjukkan hasil buruannya .
" ini rusa ya kek . hari ini kita makan daging . aku akan menyiapkan makan malam . kakek tunggu saja disini . "
Lila membawa rusa ke dapur
" aku bantu Lila . "
fanie menyusul Lila ke dapur
" iya terima kasih . "
Lila memotong rusa memasak dan menyalakan api kompor dengan sihir . fanie heran dan takjub melihat sihir yang di gunakan Lila .
"wah ... kau hebat Lila . kau menggunakan sihir untuk memasak dan pekerjaan lainnya . "
fanie terus melihat Lila di dapur
" ini cuma sihir dasar kak . "
Lila tersenyum
" kau juga bisa belajar sihir kalau kau mau . "
kakek menuju dapur membantu Lila
" benarkah aku bisa belajar sihir . "
fanie antusias
" iya kak . kalau cuma sihir dasar aku bisa mengajari kakak fanie . "
" terimakasih Lila . "
mereka menuju meja makan menyantap hasil buruan kakek . malam hari fanie tidak bisa tidur memikirkan sang ayah yang pasti sangat cemas . fanie hanya bisa memandangi bulan sabit dari jauh sambil membayangkan wajah sang ayah . fanie terus memikirkan cara untuk kembali ke dunia manusia sambil menyembuhkan lukanya .