Empat: Kenapa?

1188 Words
'Kenapa kau selalu ada untukku? Aku bahkan bingung. Apakah ini pertanda kau menyukaiku?'-Adelyn Horiston/Highschool Marriage               'SIAL! Gara-gara si osum itu! Argh!' Gerutu Adel dalam batinnya. oOo             "Na....bantuin gue ngerjain ini dong...." ujar Adel yang lantas menunjukkan hasil kerjanya itu sebanyak 10 soal dan jawabannya harus di duplikat sebanyak 50 kali.             Lina telah selesai manjawabnya dan kini saatnya Adel mengganti jawabannya di kamarnya. Sial! Harusnya hari ini ia bisa santai karena memang tidak ada PR ataupun tugas apapun, namun sayangnya Fahri membuat tugasnya menumpuk. Yang benar saja, jawaban satu soal saja sudah hampir lima baris, di duplikat sebanyak 50 kali pula oOo             Suara weker menggema di ruangan ini hingga membuat gadis yang berada di balik selimut itu terusik tidurnya             "Ngghhh....." suara seseorang terbangun akibat wekernya berbunyi inipun segera mematikan wekernya tersebut. Setelahnya ia melihat angka yang tertera pada wekernya itu. Yang benar saja!             "Hah.....mamaa.....Adel telaattt!!" Teriak Adel dari dalam kamarnya. Adel tadi malam mengerjakan hingga pukul 12 malam. Dan akibatnya? Ia bangun kesiangan oOo             "Bibi....mama mana?" Tanya Adel dengan buru-buru.             "Tadi udah berangkat bareng non Lina...tadi katanya non Adel dibangunin ndak mau bangun, kata nyonya non Adel disuruh naik taksi" Penjelasan Bi Tuti membuat Adel cengo.             "Akh....sekarang taksinya mana bi?"             "Di depan non” langsung saja ia berlarian keluar dengan seragam yang masih acak-acakan             "Pak ke SMA Pembina Jaya secepatnya" Ujar Adel saat memasuki taksi.             "Baik!" ujar supir taksi itu. oOo             "Pak....tolong izinin saya masuk dong pakk....please...." Adel memohon pada satpam karena ia tak diperbolehkan masuk karena telat.             "Sebentar non, saya telfon Bu Vallery dulu....." Tamatlah riwayat Adel             “Bu, ini non Adel telat boleh masuk tidak?” Satpam itu berbicara dengan wanita galak di ujung sana             'Ya,suruh dia masuk lalu suruh menghadap saya segera!'             Sambungan telepon terputus. Pak satpam yang diketahui bernama Joko itu segera menghampiri Adel yang sudah menunggu dengan harap-harap cemas             "Non Adel boleh masuk tapi harus menemui Bu Vallery"             "Hah...?? B..baik pak" menemui bu Vallery? Dasar gila!             Gerbang sekolah akhirnya dibuka lalu Adel langsung berlari menuju ruangan Bu Vallery, Di ruang BP tepatnya bu vallery menunggu.             "Permisi...." Adel mencoba berkata  dengan tidak ngos-ngosan.                   "Silahkan duduk!" Suruh bu Vallery.             Holy s**t!             Fahri, dia juga terlambat! dan saat ini Adel juga duduk di samping Fahri.             'Argh! Manusia ini lagi, ga bosen apa gangguin gue!' Batin Adel.             "Wah...wah...wah...jadi kalian sekongkol untuk terlambat ya? Adik kelas dan Kakak kelas..." Ujar bu Vallery.             "Maaf bu...tadi saya bangun terlambat karena mengerjakan tugas bu guru!" Adel dan Fahri mengatakan dengan reflek dan bebarengan.             "Hmm...kalian ini memang cocok! Mana tugasnya?!" Ujar bu Vallery sedikit membentak.             "Ini bu..." lagi-lagi mereka berucap bebarengan.             "Hmm...sekarang kalian lari 10 kali keliling halaman Cepat!" Perintah bu Vallery setelah melihat pekerjaan Fahri dan Adelyn. What? Keliling halaman? 10 kali?             "Hah?????"sontak pernyataan bu Vallery membuat mata Adel membelalak sempurna. Fahri sih sudah bisa di hukum-hukum seperti itu, namun bagaimana dengan Adel? Ini hukuman pertamanya. Dan tau siapa dalang dari semua ini? Yah laki-laki yang berada di sampingnya saat ini oOo             "Ini semua gara-gara lo tau ga!?" Ujar Adel seraya terengah-engah karena ia sedang berlari di halaman depan saat ini             "Siapa suruh lo teriak-teriak di toilet! Gue umpal mulut lo aja langsung! wlee..." Ejek Fahri yang mengelak dari kesalahannya.             'Haduh....kok pala hayati pusing yah....burem..aduhh..' batin Ad seakan-akan berkata.             Tubuh Adel tiba-tiba limbun ke tanah setelah putaran larinya ke 5. Padahal ia sudah bisa olah raga, tapi kenapa bisa pingsan begini?             "Del..Adel...bangun! Lo ga papa kan?? Adel duhh...mampus gue" Ujar Fahri kaget karena Adel tiba-tiba pingsan. Dan Fahri dengan sigapnya membawa tubuh Adel menuju UKS. oOo             Fahri menatap gadis dengan wajah pucat yang berada di UKS bersamanya ini. "Del bangun dong....lo jangan bikin gue greget deh!" Pekik Adel mencoba menggoyang-goyangkan tubuh Adel dan menampar-nampar kecil pipi Adel.             ‘Beruntung sih, gara-gara Adel pingsan, hukuman gue dihapuskan. Tapi kasian juga sih nih anak kalo pingsan gitu ternyata cantik ya. Eh tapi kalo ga bangun-bangun gue boring’ Batin Fahri seraya menunggu Adel untuk bangun dari tidurnya             Sejurus kemudian mata gadis didepannya yang tadinya tertutup itu perlahan terbuka dan menampilkan bola mata hazelnya.             “Gue dimana?” ucapnya lalu mengambil posisi dsetengah duduk             “Lo di UKS. Makasih, berkat lo hukuman gue ditiadakan. Yeay!” ujar Fahri kegirangan             "Dasar Bodoh! Udah...gue mau balik ke kelas! Mau siap-siap buat tanding basket sama lo pulang sekolah nanti, Bhay!" Gertak Adel pada Fahri.             'Oh...astaga...gue lupa! Hari ini kan gue sama Adel mau tanding basket' Batin Fahri mengerang kesal. Dasar pelupa! oOo             "Ayo..Adel... lo pasti bisaa!!" Jerit Tiara.             Yap! Saat ini mereka [read: Adel and Fahri] telah berada di arena basket di gedung sekolahan. Yang menonton tentu saja tak sedikit! Bahkan Agatha memasang Poster pertandingan Adel dan Fahri di mading sekolah. Tepuk tangan para penonton menggema di gedung basket ini.             Pak Komar selaku wasit meniup peluitnya dengan keras tanda dimulainya pertandingan satu lawan satu ini. Jangan tanya kenapa ada campur tangan guru. Yap! Karena pak Komar adalah guru paling gokil di SMA Pembina Jaya ini. Ada rusuh murid, disitulah adanya pak Komar             Pertandingan disepakati berlangsung selama 1 jam. Adel telah mencetak angka 8 sedangkan Fahri baru 4, angka yang disepakati dalam sekali memasukkan bola ke dalam ring. Dasar laki-laki payah!             Peluit terakhir ini menandakan bahwa pertandingan telah selesai dengan skor             Adel    : 8             Fahri    : 5             Adel hebat bukan? Memang Adel hebat di bidang ekstra bahkan tak hanya satu atau dua piala basket yang telah di koleksinya.             "Hahahha....udah gue bilang lo pasti bakal kalah masih aja ngeyel lo! Hahahah...." Adel tertawa puas ketika ia berhasil mengalahkan Fahri.             "Argghh...sial gue! Awas aja lo!" Gerutu Fahri oOo             "Nak...kok pulangnya pada telat sih..." Gumam Mama Liana.             "Maaf bunda...tad-awsshh" Ujar Lina yang belum selesai berbicara lantas Adel menginjak kakinya.             "Eh..kok kaki kakaknya diinjek!" Pekik mama Liana melihat kejadian ini.             "Eh nggak sengaja ma..Tadi lagi...ada perlu aja sama guru. Ma, Adel mau ke kamar dulu yah....dadah.." ujar Adel lalu mengecup sekilas pipi Mama Liana.             "Lina juga mau ke kamar ya mam..." Gumam Lina mengikuti Adel yang lantas mengecup pipi mama Liana. oOo 'Because you know I'm all about that bass, 'Bout that bass 'bout that bass, no treble I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble I'm all 'bout that bass, 'bout that bass   Yeah it's pretty clear, I ain't no size two But I can shake it, shake it like I'm supposed to do 'Cause I got that boom boom that all the boys chase All the right junk in all the right places I see the magazines working that Photoshop We know that s**t ain't real Come on now, make it stop If you got beauty beauty just raise 'em up 'Cause every inch of you is perfect From the bottom to the top'             Adel Saat ini sedang mendengarkan lagu dari Meghan Trainor-All About That Bass. Hingga sampai-sampai ia tak mendengar jika ia dipanggil oleh ayahnya-Adriano.             "Del, lo dipanggil papa b**o! Dari tadi ga nyahut-nyahut dipanggil, ngapain sih" Ujar Lina mengagetkan Adel.             "Lain kali bisa gak sih lo gak ngagetin gue? Emang ada apa?" Pekik Adel.             "Ga tau tuh...mending lo turun deh..kayaknya tentang pernikahan lo deh!" Pernyataan Lina membuat Adel membelalakkan matanya dan langsung beranjak pergi ke ruang keluarga.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD