'Kesempurnaan hidupku adalah dirimu'-Fahri Narendra Prasetya/Highschool Marriage
oOo
"Del, lo dipanggil ayah b**o! Dari tadi ga nyahut-nyahut dipanggil" Ujar Lina mengagetkan Adel.
"Lain kali bisa gak sih lo gak ngagetin gue? Emang ada apa?" Pekik Adel.
"Ga tau tuh...mending lo turun deh..kayaknya tentang pernikahan lo deh!" Pernyataan Lina membuat Adel membelalakkan matanya dan langsung beranjak pergi ke ruang keluarga.
"Ada apa Pa, Ma?" Tanya Adel seiring dengan perjalannya menghampiri Mama Liana dan langasung duduk di sampingnya.
"Nak, sepertinya pertemuan keluarga Narendra dengan keluarga Hariston dimajukan menjadi Besok saat makan malam..." Ucapan Adriano membuat Adel kaget.
"Hah? Apa itu nggak terlalu cepet yah?" Ujar Adel karena kaget atas ucapan Adriano.
"Emm...keluarga Narendra sendiri yang memintanya sayang" Jelas Liana.
"Ya...yaudah deh.." Ujar Adel pasrah.
"Dan besok kita juga akan bahas tentang pernikahan kamu mulai dari tanggal sampai baju pernikahan kamu" Gumam Adriano
oOo
Pagi ini sang mentari nampaknya sedang murung, pasalnya pagi-pagi buta seperti ini hujan telah turun,ya walaupun hanya sebuah butiran titik-titik kecil. Adel dan Lina telah berada di mobilnya dengan tujuan ke sekolah.
"Hi Ra...." Ucap Adel saat memasuki kelasnya.
"Hi too, Del" Jawab Tiara disertai senyuman dari bibirnya.
"Eh...udah bell masuk tuh...." Gumam Tiara disertai nada yang sedikit senang.
"Hmm...iya...pelajarannya Kimia yah Ra?" Tanya Adel. Tiara hanya menganggung menanggapi pertanyaan Adel.
"Anak-anak mulai masuk tuh! Bu Hany pasti udah dateng!" Pekik Adel. Benar! Bu Hany memang datang. Tapi dengan membawa 5 anak baru sepertinya.
"Del, itu siapa yah?? Ganteng bangeett!" Gumam Tiara, Adel lantas langsung melirik Tiara.
"Kata lo, si Fahri yang paling ganteng...kok sekarang berkamuflase sih?" Pertanyaan itu akhirnya Adel lontarkan untuk Tiara.
"Yah...kayaknya sih iya, tapi ini nampol banget di hati gue, Del" Pekik Tiara.
"Anak-anak...perkenalkan ini Siswa baru kita. Silahkan perkenalkan dirimu!" Ucap Bu Hany seraya tersenyum menatap ke-5 anak baru yang berada di sampingnya.
"Hai, nama gue Andraga Bramastyo panggil aja gue Andra" Jelas salah satunya memperkenalkan diri
"Hai, nama gue Bayu Deprisko, panggil gue Bayu. Thanks"
"Hai, nama gue Zeedan Fahrezi panggil gue Zee, Zeedan atau apalah" Ucap temannya.
"Panggil sayang boleh ngga?" Ujar Cecil, cewek centil di kelas ini membuat seisi kelas tertawa, begitupun mereka berlima yang sedang di depan
"Hai, nama gue Angga Alviansyah panggil gue Angga aja!"
"Hai, nama gue Junial Andrean, panggil aja Nial" yang terakhir memperkenalkan diri ini membuat Adel tersenyum saat menatapnya.
"Silahkan kalian duduk di bangku kosong di sebelah sana!" Ujar Bu Hany. Yang benar saja! Bangku kosong itu berada di belakang Adel dan Tiara.
oOo
"Ra, menurut lo anak baru itu gimana?" Tanya Adel kepada Tiara, berharap Tiara memberikan pendapat atas pertanyaan Adel.
"Menurut gue mereka semua ganteng-ganteng Del, apalagi yang namanya Andra...euhh...gantengnya nampool!" Jawab Tiara.
"Ekhem...terimakasih atas pujian lo, boleh gue duduk disini?" Ucap Andra dan di belakangnya adalah 4 orang tadi.What? selalu saja begini ketika mereka sedang membicarakan cowok
"B...o..boleh..sil...silahkan" Gumam Tiara gelagapan.
Andra duduk disamping Tiara yang disamping Andra ada Zeedan dan Bayu. Lalu Nial duduk disamping Adel serta mengembangkan senyumannya. Disamping Nial ada Angga.
Di sisi lain, Fahri, Rangga dan Agatha tengah mengamati Adel, Tiara, Nial, Andra, Bayu, Zeedan serta Angga.
"Siapa sih mereka?" Tanya Fahri pada temannya.
"Itu anak baru dari SMA Bina Karya yang pindah karena mereka Badboy! Dan pastinya mereka berlima udah 'nyobain' mahkota milik cewek tercantik di SMA Bina Karya" Jelas Rangga. “Nah yang itu, rambutnya agak kecoklat-coklatan. Itu namanya Nial, dia ketua dari geng itu, yang lainnya sih anak buah” tambahnya
"Buset dah! Info lo komplit amat, Ga? Dapet dari mana lo?" Pekik Agatha.
"Dari Adek Gua, Ga...Ryan kan sekolah di Bina Karya t***l!" Sahut Rangga.
"Sstt...udah! Jadi mereka berlima 'nyobain' satu cewek gituh?" Tanya Fahri lagi.
"Iya, maka dari itu mereka dikeluarin dari sekolah, tapi gue bingung kok bisa ya masuk ke National high?" Jelas Rangga lagi.
"Wuiihh...assik dong!" Pekik Agatha girang.
Pletak!
Satu jitakan kini mendarat di kepala Agatha karena ucapannya. “Mungkin karena duit. Kan semboyannya sih kalo ada fulus semua mulus”
oOo
"Nial tadi baik banget orangnya. Ganteng lagi" Adel bergumam sendiri di kamarnya. Sepertinya bunyi Ponsel merasuki telinga Adel."siapa sih!" Adel lantas mengambil ponselnya.
[LINE]
Fahri N. Prasertya :
Del, lo ati-ati sama 5 anak baru itu!
Adelyn Horiston:
Emang kenapa? Lo kalah ganteng sama mereka?
Fahri N. Prasetya:
Gue cuman pengen lo ati-ati sama mereka
Adelyn Horiston :
Iya, tapi kenapa? Ketidak sukaan lo itu tanpa alasan!
Fahri N. Prasetya :
Pokoknya hati-hati deh
Adel hanya membaca chat terakhir dari Fahri. Seraya mengernyitkan dahinya bingung atas perkataan Fahri. Maksudnya apa coba?
Ketukan tiga kali di pintu itu menginterupsi Adel untuk menengok ke arah pintu
"Masuk ajaaa!!" Teriak Adel dari dalam kamarnya.
"Eh Mama...kenapa Ma?" Tanya Adel kepada Liana. "Kamu udah siap-siap belom? Ayo!" Ajak Liana. Adel masih bingung dengan ucapan Liana. Oh God! Adel lupa jika ia akan bertemu dengan keluarga Narendra.
"Iya Ma...Adel lupa...yaudah Adel mandi dulu ya...Mama tunggu di luar aja..." Ujar Adel lantas pergi menuju kamar mandi.
oOo
Adel kini telah siap dengan mengenakan dress putih selutut tanpa lengan dengan tatanan rambut yang berwarna hitam pekat yang hanya digerai serta higheels 7cm yang menghiasi kaki jenjangnya dan tak lupa tas selempang yang berwarna senada. Yap! Putih! Menurut Adel itu tema yang cocok untuk malam ini.
Suara Higheels menggema di tangga sehingga membuat Liana, Adriano dan Lina yang mendengarnya lantas melihat asal suara itu. Adelyn nampak anggun dan menawan, serta tidak tampak tomboy pastinya
"Lo cantik banget Del, gue suka!" Puji Lina.
"Kamu cantik sekali nak, mari kita pergi!" Ujar Liana.
"Lah..kok, Kak Kak Na ga ikut Ma?" Tanya Adel heran karena Lina tak ikut pergi.
"Nggak Del gue masih banyak banget tugas dari Bu Vallery, lo bisa liat kann??" Ucap Lina seraya tersenyum dan menepuk pundak Adel.
"Suksess ya say! Pikat hati Calon suamimu!" Lina memberikan semangat kepada Adel, ia hanya mampu mengangguk seraya tersenyum.
"Kita nanti makan malemnya dimana sih Ma?" Tanya Adel yang saat ini tengah berada di mobil.
"Di Hotel Zeus nak!" Jawab Liana.
Okay, this is the show time
oOo
"Wahh....sepertinya kalian lama menunggu..." Ucap Adriano kepada seorang Wanita paruh baya seumuran istrinya dan Lelaki paruh baya seumuran Dirinya.
"Ohh...rupanya kau Adriano! Lama tak berjumpa!" Ujar laki-laki paruh baya yang lantas memeluk Papa Adriano.
"Jadi ini putrimu Liana? Wah...cantik sekali..pasti putraku sangat tertarik padanya" Gumam Wanita paruh baya itu.
"Oiya Adel perkenalkan ini Om Herry dan Tante Rike" Ucap Papa Adriano memperkenalkan kedua orangtua yang disapanya tadi.
"Halo, Adel" Ujar Adel yang lantas menyalami keduanya.
"Jadi, mana anakmu Her?" Tanya Papa Adriano kepada Herry. "Tadi ia ke kamar kecil sebentar maaf kalian harus menunggu" Jawab Herry.
"Ngomong-ngomong kamu kelas berapa nak Adel?" Tanya Rike kepada Adel disertai dengan senyuman khasnya.
"Eh..eumm..saya baru kelas sebelas tante" Jawab Adel dengan gugup.
"Wah..masih muda sekali, anakku saat ini kelas dua belas. Usia kalian hanya terpaut satu tahun ternyata. Oiya, panggil aja Bunda biar lebih akrab" Jelas bunda Rike.
'What? Berarti dia umurnya setara kayak kakak kelas gue dong! Tampangnya kayak apa yah?' Batin Adel masih terus bertanya-tanya
"Maaf Yah, Bun, adek telat”