Malam ini terasa beda dari malam-malam biasanya bagi Ryan. Biasanya dia akan sibuk bekerja ataupun bercanda tawa dengan istri dan anaknya, Hanna. Tapi malam ini dia hanya bisa duduk seorang diri di ruang tamu sembari meratapi nasibnya yang entah sampai kapan terus seperti ini. Dulu dia hidup dengan harta-harta dan jabatan. Kekuasaannya di mana-mana, tapi sekarang semuanya hilang dalam sekejap mata. Satu hartapun tidak dia miliki lagi selain rumah untuk dia dan Bintan tinggali saat ini. Jujur, Bintan merasa kasihan melihat ayahnya seperti saat ini. Kalau dia di suruh untuk memilih, Bintan lebih mau ayahnya marah-marah daripada harus diam seperti sekarang ini. Ryan bukan seperti Ryan di mata Bintan sekarang. Dengan mencoba untuk kuat, Bintan menghampiri Ryan dan duduk berhadapan denganny

