El melayangkan tinjuannya ke wajah laki-laki yang sedang berada di depan ruangan ICU itu. Bukan hanya sekali tetapi berkali-kali. Orang yang ditunju hanya diam sembari menunggu pukulan El mendarat di wajahnya lagi. El mengepalkan tangannya kuat. Emosinya mendadak tidak karuan saat melihat laki-laki itu. Bahkan sudah tidak ada lagi yang bisa membuatnya berhenti untuk menghabisi laki-laki yang wajahnya sudah berdarah karena pukulan kuat dari El. "Loe pukul gue sampek loe puas," Kata-kata itu bukan membuat emosi El mereda. Emosi El justru semakin berapi-api, hingga beberapa pukulan kembali malayang ke wajah laki-laki itu. Laki-laki itu sampai tercampak kebelakang karena pukulan El. "b******k LOE!" pekik El. Dia sudah tidak peduli lagi di mana dia berada sekarang. Yang dia pedulikan hanya

