Gadis itu mengeratkan genggamannya pada gelas yang berisikan coklat panas kesukaannya. Malam ini New York sedang hujan, membuat udara malam ini begitu dingin. Clay meneguk salivanya ketika dia ingin memberanikan diri untuk mengangkat kepala menatap laki-laki yang sedang duduk di hadapannya saat ini. Samudra. Ya, laki-laki yang berstatus atasannya dan juga calon tunangannya. Bohong, kalau Clay tidak canggung jika berada di space yang membuat dia dan Sam menjadi duduk berdua seperti ini. Sedari tadi Clay jantungan, sekaligus bingung harus melakukan apa. Berbicara saja menjadi terlihat sulit baginya. "Gimana kabar Om Christoper," Tapi untunglah Sam terlahir dengan kepekaan yang cukup tinggi. Dia sadar kalau Clay sedang gugup maka dari itu sebagai seorang laki-laki dia harus membuka obro

