00.00 Tepat jam dua belas malam, mobil El berhenti di salah satu club malam terkenal dan termewah Jakarta. Laki-laki itu segera turun dan memasuki ruangan yang tercium jelas aroma alkhol yang selalu menjadi ciri khas club-club di dunia. El mencari tempat duduk yang pas untuk beberapa jam kedepan. Dia segera meletakkan bokongnya di sana sesudah di memesan beberapa botol alkhol. Kepalanya cukup pusing malam ini. Lebih tepatnya setelah dia mengantarkan Bintan pulang. Dia berharap sakit kepalanya akan segera berhenti ketika dia sudah bersenang-senang di tempat ini. "What's up, Bro!" Seorang laki-laki datang menghampiri El. Mereka saling bersalaman ala laki-laki gaul jaman sekarang. "Woii, Ka! Apa kabar, Loe." El membalas sapaan temannya, Raka, antusias. "Baik. Loe kelihatan lebih tampan

