"Selamat siang, Nona Zahra," sapa seorang pria yang merupakan karyawan di perusahaan Devan. Gadis itu mengernyit, tetapi dia tersenyum sambil mengangguk. Tumben sekali ada yang menyapanya. Apa mungkin mereka sudah tahu jika dirinya akan memegang perusahaan ini nantinya? Mungkin saja Devan sudah bercerita kepada semua orang. Zahra melangkahkan kakinya menuju ke lift. Sembari menunggu lift terbuka, gadis itu mengecek ponselnya dan membalas beberapa pesan dari Nana yang sejak di kampus tadi bercerita tentang Aji terus menerus. Biasalah, hubungan yang aneh bagi Zahra sendiri. "Sendirian saja, Neng." Zahra refleks mundur beberapa langkah karena tiba-tiba ada yang berbisik di telinganya. "Astaga, Kak Jerry ngagetin aja," lirih Zahra. Pintu lift terbuka, kedua orang itu pun langsung memasu

