Gadis itu mengernyit tatkala Devan memaksanya ke sebuah butik ditambah lagi dirinya dipaksa pemuda itu untuk memakai dress yang dipilihkan Devan sendiri. Zahra mematut pantulan dirinya yang ada di cermin. Dress itu bagus sekali yang mana pas ditubuhnya. Tidak buruk juga Devan memilihkannya baju ini. Gadis ini pun keluar dari kamar ganti dengan rambut yang dibantu ditata oleh pelayan butik ini juga. Zahra mengamati sekitar karena tak menemukan Devan. Dia berjalan menuju ke tasnya yang tergeletak di sofa dan memilih duduk di sofa itu. Baru saja dia mencari kontak Devan untuk ia hubungi, tiba-tiba sepasang sepatu berhenti tepat di depannya. Zahra mendongak dan mendapati penampilan Devan yang terlihat ... berbeda. Pemuda itu tidak memakai pakaiannya yang tadi, melainkan sudah berganti denga

