Sesampainya di rumah terlihat Zahra yang bimbang untuk mengejar Devan yang nampak tidak dalam mood yang bagus kali ini. "Ada apa?" tanya Vanya yang membukakan pintu untuk mereka di mana Devan hanya diam dan langsung pergi ke kamar. Zahra nampak bersalah sekarang. "Zahra. Ada apa, Nak?" tanya Vanya membuat perhatian gadis itu kembali kepada sang mama. "Ada insiden kecil di acara, Ma," ungkapnya. Vanya mengangguk paham. "Jangan bertengkar terus. Coba bicarakan dengannya secara baik-baik," nasihat Vanya. "Iya, Ma." "Ya sudah kamu masuk kamar bersih-bersih. Kalau mau makan langsung ke meja makan. Tadi Mama dan Papa sudah makan. Mama sepertinya harus masuk kamar untuk menjaga Papamu karena Papa sepertinya sedikit tidak enak badan." "Baiklah." Gadis itu berlalu begitu juga dengan Vanya y

