PART 46

1470 Words

"Ini terlalu ramai, Devan," tolak Zahra cepat. Keduanya sedang berada di percetakan untuk memilih desain undangan. Karena pembicaraan perihal pernikahan sudah dibicarakan, mereka tak menunggu lama untuk mempersiapkan segalanya. Dan tentu Zahra menawarkan diri untuk memilih langsung segala kebutuhan mereka dari hal kecil hingga besar. Meskipun Deka dan Vanya turut membantu, tetapi Zahra tak ingin merepotkan. "Kamu pilih desain pilihanmu," kata Devan. Gadis ini membolak-balikkan desain undangan di depannya. Sang pemilik percetakan yang sejak tadi menemani mereka tampak meringis ketika mendengar segala perdebatan kecil yang terjadi. Maklum, hal ini sudah terbiasa terjadi. "Ini." Pilihan Zahra jatuh kepada undangan berwarna silver dan biru. Karena tema mereka adalah biru, maka dia rasa un

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD