PART 14

1396 Words

"Sekali lagi gue lihat lo dekat dengan pria itu, maka gue nggak akan bertindak dengan tegas lebih dari ini," kata Devan terdengar seperti sebuah ancaman. Zahra hanya diam dan tidak berani membantah kakaknya itu, bahkan setelah mengatakan itu Devan pergi masuk ke dalam rumah meninggalkan sang adik seorang diri di dalam mobil. "Huft, salah lagi gue," gumam Zahra yang kemudian turun menyusul Devan yang sudah masuk lebih dulu. Seperti biasa, Vanya akan selalu ada di rumah karena butik bajunya sudah di-handle oleh salah satu karyawan kepercayaannya. "Hallo, Ma,"  sapa gadis itu lebih dulu dan mendudukkan dirinya tepat di samping wanita itu yang sibuk menonton TV. "Halo, Sayang, tumben kamu baru pulang? Dan ... sama Devan?" Gadis itu menegakkan tubuhnya dengan posisi duduk dan menghadap ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD