PART 13

1682 Words

Gadis itu terlihat sedang buru-buru untuk pergi suatu tempat, dia mengingat jika ini adalah batas terakhir dirinya mengumpulkan tugas dari Farhan. Sapaan dari teman sekampusnya pun tidak dia hiraukan, nanti saja dia akan meminta maaf kepada mereka karena telah mengacuhkan. Saat ini yang terpenting adalah nilai mata kuliahnya. "Huft. Santai, Ra, santai," gumamnya ketika telah sampai di depan pintu ruangan dosennya itu. Dia segera mengetuk pintu lebi dulu, menunggu beberapa saat panggilan dari dalam. Namun, tiga menit dia berdiri dan mengetuk pintu itu tidak ada jawaban dari dalam sana. Dia pun kembali mengetuk pintu itu lagi. "Zahra." Panggilan dari arah belakangnya membuat gadis ini dengan refleks menoleh.di sana dia mendapati salah satu dosen wanita yang sering mengajar di kelasnya--Bu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD