Rasti membaca sepucuk surat yang ia temukan di atas nakas dengan linangan air mata. Di dalam surat itu, Minah mengatakan bahwa ia pergi karena takut jika Juragan Surya akan mengambilnya kembali. Minah sengaja tak memberitahu apa pun karena ia tak ingin menyakiti hati Rasti dan Dimas. "Sabar ya, Ma." Rachel memeluk ibunya dengan d**a yang menyesakkan. Ada sedikit perasaan bersalah, karena ia yang mendorong gadis itu untuk pergi. Ia juga bersalah karena bersikap seolah tak tahu. Namun jika ia memikirkan luka dan penderitaan Minah, Rachel merasa tindakannya sudah paling benar. "Minah." Rasti menangis tersedu-sedu. Belum genap dua minggu gadis itu kembali ke rumahnya. Kini gadis kesayangannya itu sudah pergi lagi. "Padahal Tante ingin melindungimu sekuat tenaga. Padahal Tante mau mengang

