Siang itu, ia menginjakkan kaki di kota besar X. Kota yang begitu panas dan penuh polusi. Kota yang kelihatannya keras dan penuh perjuangan. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya ia benar-benar sampai ke kota yang letaknya cukup jauh dari tempat dulu ia tinggal. Minah bersyukur bisa sampai di tempat itu dengan selamat. Penyamarannya sebagai lelaki begitu berguna, karena tak ada satu pun orang yang mengganggunya. Juga dengan harta benda yang ia bawa. Beruntung Rachel mengakalinya dengan menyimpan khusus di saku jaket dalam. Karena Minah beberapa kali memergoki copet berkeliaran di dalam bus. Bukan tidak mungkin ia juga jadi korban. Minah mencari secarik kertas yang tersimpan di saku celananya. Ia membuka dan membaca kembali alamat yang Rachel berikan. Dengan langkah pasti

