Setelah mandi, tubuhnya terasa lebih segar. Rasa lengket karena keringat juga telah lenyap. Ia dapat menikmati keindahan sore hari di rumah. Hal yang tidak ia dapatkan selama hampir sebulan ini karena sibuk bekerja di restoran hingga malam. Pikiran Minah lebih jernih. Ia mulai mempertimbangkan segala hal. Dan nuraninya berkata bahwa ia ingin kembali ke rumah itu. Ya, akhirnya Minah luluh. Ia ingin pulang ke rumah Raditya. Ia meraih ponselnya dari dalam tas. Melirik sebentar ratusan pesan yang Andra kirimkan padanya. Pesan yang menumpuk selama ia menonaktifkan nomor itu. Tanpa niat membukanya, Minah memilih menelepon Raditya kembali. Ia sudah memutuskan untuk pulang. Tut tut tut. Panggilan tersambung, Minah menanti sang pemilik ponsel mengangkatnya. "Halo." Terdengar suara khas R

