Minah melangkah keluar dari mobil. Menatap rumah besar yang ia tinggalkan sebulan yang lalu. Rindu, hanya rindu yang ia rasakan. Ia rindu suasana hangat di rumah itu. Ia rindu pada penghuni rumah yang sangat menyayanginya. Ia merindukan semua tentang keluarga itu. Minah mengedarkan pandangannya ke sekitar halaman. Taman yang dirawat Rasti terlihat cantik. Bahkan bunga anggrek yang Rasti tanam dua bulan yang lalu telah berbunga dengan begitu indahnya. Minah jadi semakin rindu pada semua hal di rumah itu. Hampir saja air mata menetes di pipinya. Karena rasa haru yang ia rasakan. "Ayo masuk! Sampai kapan Kamu mau berdiri di situ?" Pertanyaan Raditya yang ketus seperti biasanya menyapa telinga Minah. Kini bahkan suara Raditya pun terasa menyenangkan. Ah, rindu ini membuat Minah hampir gila.

