"Minah! Minah!" teriak Rachel seraya mondar-mandir ke sana-kemari. "Ke mana sih Minah?" gumam Rachel menoleh ke sana kemari. "Dia tidak akan kabur lagi, kan?" Rachel sangat gelisah. Entah mengapa perasaannya tidak enak sekali. Gadis itu telah mencari ke banyak tempat. Namun Rachel tetap saja tidak menemukan gadis yang sudah ia anggap seperti saudara kandung itu. Ia berjalan kebingungan ke sana kemari mencari keberadaan Minah. Mencari ke setiap sudut ruangan yang ada di rumah itu. "Di mana sih Kamu, Minah?" Tiba-tiba terbersit satu tempat yang belum ia periksa. "Ah ya, aku belum mencarinya ke dapur." Gadis itu segera mempercepat langkahnya menuju dapur. Begitu sampai dapur, Rachel disuguhi pemandangan dapur yang berantakan. Ruang itu kosong tanpa seorang pun ada di sana. Berbagai

