Bab 148

1359 Words

Rachel menyiapkan baju ganti seraya memperhatikan gadis tanpa jiwa yang duduk di kursi kamarnya dengan iba. Sedari ia membawanya dari gudang, ekspresi Minah tetap begitu tak berubah. Mungkin gadis itu sudah lelah menangis tetapi hatinya masih sakit hingga ia jadi begitu. Namun Rachel tiba-tiba terkejut saat tanpa sengaja melihat noda darah di sudut bibir Minah. "Minah, apa Kak Raditya memukulmu?" tanya Rachel penuh emosi. Gadis itu menggeleng perlahan. Jemarinya meremas kasar gaun yang dipakainya. Sepertinya Minah tak suka Rachel menyebut nama kakaknya. "Ah, maaf. Lalu bagaimana Kamu bisa terluka?" Rachel meraih tisu basah dan menyeka bekas darah itu. Lagi-lagi gadis itu hanya diam tak mau menjawab. "Baiklah! Aku tidak akan bertanya lagi. Ayo aku bantu Kamu mandi." Rachel akhirnya m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD