Waktu menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Minah baru saja menginjakkan kakinya di rumah Bu Yeni tempat ia tinggal. Gadis itu sangat lelah setelah seharian penuh Siska mengerjainya dengan memberi banyak pekerjaan. Ia masuk kamar dan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur yang empuk. Biasanya ia akan membersihkan diri dan menyantap makan malamnya. Namun hari itu sungguh melelahkan. Hingga rasa lapar yang ia rasakan, ia abaikan begitu saja. Ia bahkan tak membersihkan tubuhnya atau mengganti pakaian. Tok tok tok. Suara ketukan di pintu membuat gadis yang hampir terlelap membuka matanya kembali. Dengan lemah ia membuka pintu kamarnya, melihat siapa gerangan yang datang malam-malam. "Eh, Bi Ida," ucap Minah ketika melihat Bi Ida berdiri di depan pintu. "Silakan masuk Bi. Ma

