"Sayang, apa Kamu benar-benar tega meninggalkan Tante dan Om? Tidak bisakah Kamu tetap tinggal?" tanya wanita cantik itu dengan nada memohon. Tampak air mata sudah menggenang di sudut matanya. Mungkin satu kedipan mata saja mampu membuatnya terjatuh dan menetes. Gadis itu tengah mengemas pakaian di kamarnya dengan dibantu oleh Rasti. Hari itu juga ia harus pergi dari rumah Dimas. Meninggalkan keluarga itu untuk selama-lamanya. Membawa sejuta kenangan manis dan pahit yang akan ia ingat seumur hidupnya. Sebenarnya ia sangat berat hati meninggalkan rumah orang yang berjasa dalam hidupnya. Akan tetapi, ia tak dapat tinggal di tempat itu lagi. Terlalu banyak luka di hatinya. Terlalu berat duka yang ia tanggung sendirian jika ia tetap tinggal di rumah itu. Dan malam bersama Raditya di hotel

