Bab 111

1244 Words

"Ak-aku harusnya membencimu. Harusnya aku membencimu dengan begitu dalam, hingga aku menginginkanmu lenyap dari dunia ini. Tapi nyatanya aku tak bisa. Kenapa? Kenapa aku harus peduli denganmu? Kenapa harus terjadi? Kenapa malam itu Kamu menyakitiku? Kenapa? Huhuhu," ucapnya dalam nada penuh keputus asaan. Dia memukul dadaku tanpa tenaga. Tangisannya, setiap kata yang terucap dari bibirnya seperti ribuan jarum yang tajam menusuk jantungku, hatiku. Sakit dan nyeri sekali. Membekas di hati tak mau pergi. Dia menangis, mengucapkan kata-kata yang membuat hatiku luluh lantak seketika. Tak ada sumpah serapah, tak ada satu kata pun yang terlihat seperti menyalahkan aku, yang terucap dari bibirnya. Dia hanya bertanya mengapa?Dia hanya ingin tahu, apa sebabnya? Aku tak dapat menjawabnya. Seolah itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD