Bab 120

1107 Words

Tin tin tin Raditya membunyikan klakson mobilnya, memberi tanda kedatangannya pada wanita yang tengah memainkan ponsel itu. Hingga pandangan Shena beralih padanya. Gadis itu lantas menyimpan ponsel miliknya ke dalam sebuah tas mahal. Tak lama ia melangkah dan segera masuk ke dalam mobil. "Hai Sayang," sapa Shena begitu ramah. Senyum manis tak henti tersungging di bibirnya. "Iya Sayang, jadi kita mau ke mana?" tanya Raditya seraya memutar kemudinya dan menginjak pedal gas secara perlahan. "Restoran Bulan, Sayang. Yang ada di kota B itu." "Apa tidak terlalu jauh Shen? Ini sudah jam dua siang loh? Kita bisa-bisa sampai rumah larut malam," ucap Raditya. "Dit, baru juga jam segini. Perjalanan dua jam setengah cukuplah. Palingan kita sampai di rumah jam delapan malam. Belum terlalu larut.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD