Gadis itu berlari kepayahan mengejar kekasihnya yang meninggalkannya begitu saja. Ia tertinggal jauh dari Raditya yang berjalan dengan begitu cepat. Apalagi sepatu hak tinggi yang ia pakai menyusahkannya untuk berjalan atau pun berlari. "Dit! Dit! Tunggu aku!" teriak gadis itu memanggil nama kekasihnya. Namun jangankan menunggu, menoleh kepadanya pun tidak. Raditya dengan kemarahan mengabaikannya kali ini. Seperti bukan Raditya yang ia kenal. Raditya yang selalu luluh padanya. Raditya yang biasanya akan bertekuk lutut di hadapannya. Kini berubah drastis setelah kejadian di restoran tadi. Raditya masuk ke dalam mobil begitu saja. Ia duduk diam menahan amarahnya. Tetap menunggu kedatangan Shena sebelum ia membawa pergi mobilnya dari tempat itu. Andai saja ia tak punya hati, mungkin ia a

