Pagi itu Minah terbangun dengan lesu. Tak ada semangat dalam dirinya untuk pergi bekerja di restoran. Bayangan kejadian kemarin membuatnya lemas. Apalagi ia yakin respon Leni dan Siska akan buruk. Bisa jadi mereka berdua akan semakin sewenang-wenang padanya. Rasanya hari ini semua otot di tubuhnya kaku semua. Rasa lelah yang terabai di hari-hari kemarin, hari ini sangat terasa. Jika bukan karena harus membiayai dirinya sendiri, ia akan memilih mengambil cuti. Karena sehari pun sangat berarti untuknya, ia memilih untuk tetap bekerja meski apa pun yang terjadi. Minah bangun saat hari masih gelap. Belum ada penghuni rumah lain yang sudah bangun selain dirinya. Minah jadi keheranan, ke mana Bi Ida. Biasanya di jam seperti itu wanita tua itu sudah selesai mengepel lantai. "Bi! Bi!" panggi

