Bab 115

1045 Words

Di sini di sebuah sofa yang nyaman Minah tengah duduk menantikan kehadiran si empunya rumah. Ia sudah ingin pergi dari tadi, tapi Minah tak enak hati menolak permintaan wanita yang sudah ia tolong. Jadi Minah menyetujui permintaan ibu itu untuk minum teh dulu sebelum ia kembali mencari tempat kos untuknya. Rumah itu cukup besar, meski tak sebesar kediaman Dimas. Sepertinya wanita itu cukup kaya. Namun rumah itu terlihat sangat sepi. Hanya Bu Yeni dan seorang pembantu yang terlihat di rumah itu. "Nah, silakan diminum tehnya Nak," tawar ibu itu datang dengan secangkir teh untuk Minah. "Iya Bu. Terima kasih." Minah mengambil cangkir dan meneguk sedikit teh yang ibu itu siapkan. "Oh iya, nama saya Yeni. Kamu bisa panggil saya Bu Yeni." "Nama saya Minah Bu." Minah mengulurkan tangannya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD