Bab 21 Kebakaran Besar

1332 Words

Isabella mengira dirinya sudah pingsan, tapi rupanya kesadarannya masih bertahan. Belakang kepalanya terasa sakit. Ringisannya baru separuh keluar saat tiba-tiba orang itu menarik Isabella agar tidak menjauh dari jangkauannya. Gadis itu terbaring di lantai dengan posisi miring. Rambut belakangnya ditarik paksa oleh orang itu, memastikan Isabella tidak ke mana-mana selagi tangan pria itu mengaduk-aduk laci Isabella. “Lepaskan! Sialan!” Isabella mencakar dan menendang dengan kekuatan penuh. Napasnya sudah putus-putus, tapi ia tidak berhenti. Ia harus keluar dari sini. Mata Isabella berkeliling. Mencari keberadaan ponselnya. Namun, di sudut mana pun tidak bisa menemukannya. “Apa yang kau cari? Tidak ada apa-apa di sana!” sergah Isabella dengan marah sambil terus mencakari lengan orang itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD