Kesadaran Isabella perlahan membaik. Ia membuka mata perlahan meski masih tidak bisa melihat apa-apa. Isabella berusaha membuka matanya selebar mungkin, tapi penerangan ruangan itu tidak mengizinkannya melihat segalanya dengan lebih baik. Ruangan itu didominasi oleh warna abu-abu dan hitam. Tak cukup dengan seluruh perkakas yang nyaris berwarna serupa, lampu-lampu dalam kamar juga diatur dalam daya yang seremang mungkin. Seolah memaksanya agar tetap terlelap dan tidak memikirkan apa pun lagi karena tak bisa mengamati sekeliling dengan jelas. Isabella duduk perlahan, mengamati kasur besar yang menjadi tempatnya berbaring tadi. Matanya bergerak menuju penampilannya sendiri. Tubuhnya kini mengenakan baju kaus berwarna abu-abu gelap dan celana panjang berwarna abu-abu terang. Keduanya dengan

