Isabella bangun pagi-pagi sekali. Selain karena tidurnya tidak terlalu nyenyak, ia memang harus segera bersiap untuk bekerja. Ia baru saja selesai membersihkan dan mengobati lukanya dengan susah payah. Menutupnya lagi dengan kasa dan plester sebelum memakai pakaian. Gadis itu memasang lensa kontak, mulai sekarang ia tidak akan memakai kacamata. Apalagi Tobias memang sudah pernah menyindirnya untuk memakai yang lebih simpel. Isabella turun ke dapur setelah selesai bersiap. Tadinya ia berekspektasi akan menemukan sedikitnya tiga atau lebih pegawai dapur. Namun, di sana hanya ada seorang wanita paruh baya yang tengah sibuk menyiapkan sarapan. “Selamat pagi,” sapa Isabella sambil tersenyum ramah. Wanita itu menoleh menatap Isabella lalu balas tersenyum dan mengangguk. “Selamat pagi, Nona Cl

