Isabella keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia sudah berpakaian lengkap dengan baju kaos lengan panjang yang agak kebesaran serta sebuah celana panjang yang nyaman—dimana keduanya adalah milik Tobias. Pinggang dan pangkal pahanya masih sakit karena pergumulannya dengan Tobias tadi. Bekas kemerahan di lehernya juga masih terasa agak panas seolah napas Tobias masih berada di sana. Mengingatnya membuat wajahnya panas lagi. Ia mendekati ranjang. Tadinya ia mengira bahwa Tobias akan sudah tidur saat ia kembali ke kamar. Tobias memang menyuruhnya mandi di kamarnya sementara pria itu mandi di kamar lain. Namun, kini pria itu ternyata masih bangun. Duduk di sofa nyaman dekat jendela besar kamar. Baru saja menyesap anggur. “Sini.” Tobias melambai, menepuk tempat

