“Dantae Alberto. Dia adalah kakak tiri Tobias.” Isabella terdiam seketika. Ia menatap Julio seolah baru saja melihat hantu, kemudian senyum mengejeknya timbul, seolah sedang mengatai Julio agar tidak mengigau di siang hari. Namun, ekspresi tegas pria itu jelas bukan rasa humor. Ekspresi Isabella muram lagi. “APA?” Dengan itu, suara kagetnya sudah tidak tertahan. “Apa yang kalian bicarakan?” Tobias menginterupsi percakapan penting itu. Pria itu sudah berbalik menatap dua orang itu dengan heran dan tidak sabar. Ia sudah beberapa langkah di depan sementara mereka malah diam di koridor. “Bukan apa-apa.” Julio menjawab lebih dulu. “Kalian akan makan di mana?” Ia melangkah menyusul Tobias. “Kau mau bergabung?” “Tidak jadi, aku akan kembali ke Athena.” “Lalu kenapa kemari? Hanya ingin jal

