Chapter 23

1228 Words

Vika mempersiapkan segala kebutuhan untuk anaknya ketika sudah lahir nanti dengan mantap. Semakin membesarnya perutnya, kamar yang tadinya berukuran luas terlihat sempit karena adanya box bayi, lemari tambahan untuk si kecil dan lain sebagainya. Dengan hati-hati dan perlahan Vika duduk di tepi tempat tidur sambil memegang perutnya memperhatikan box bayi yang sebentar lagi akan diisi oleh tubuh mungil anaknya. Karena perutnya sudah membesar membuat Vika cukup sulit untuk berjalan, kedua kakinya sudah bengkak dan juga berat badannya naik drastis, Vika izin kepada pihak kampus untuk tidak masuk sampai beberapa bulan dan untung saja pihak kampus mengerti memberi Vika izin untuk fokus pada kehamilan dan juga anaknya ketika sudah lahir nanti. Vika mendongak ketika merasakan kecupan lembut di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD