Chapter 24

1520 Words

"Ya ampun udah mau punya cucu aja." "Udah jadi kakek-kakek, hahaha..." Nia tertawa di depan ruang operasi. "Hush, suaranya, lagi di depan ruang operasi. Nanti kita di usir." Reya menaruh telunjuknya di bibir. "Eh iya, Mami." Nia menutup mulutnya. "Abang dari tadi diem terus," Nevan menyentuh bahu Zio. Zio menoleh sekilas untuk menunjukkan senyum kecilnya. Ketika mendengar suara pintu terbuka mereka langsung menoleh dan berdiri. "Itu anak Abang?" Nia tampak terkejut melihat seorang suster keluar seraya menggendong bayi mungil yang ditutupi oleh lain berwarna hijau. "Your baby, Mr." Suster tersebut memberikan bayi yang ia gendong pada Zio. Zio sempat terdiam beberapa saat karena ia tidak menyangka bahwa di depan matanya sudah ada anaknya sekarang. Zio memperhatikan bayi berkulit pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD