Kaylana melenguh pelan dalam tidurnya, ia merasa seperti tidur di kasur yang sangat empuk. Ia semakin meringkuk mencari posisi nyaman. Gadis itu menghirup wangi yang berbeda dari bantal yang ia gunakan, seperti wangi kayu yang terkesan maskulin. Jika ia benar, ia tebak ini wangi parfum cedarwood. Wangi ini membuatnya lebih rileks karena memberikan rasa yang hangat dan lembut. Tetapi, sejak kapan ia mengganti wangi mawar pada sprei tempat tidurnya? Kaylana mengabaikan pertanyaan itu dan membalik badan menghadap sisi lain. Ia memeluk erat d**a bidang yang sangat keras. Ia mengelus pelan bidang keras itu memastikan, apakah bantal gulingnya berubah menjadi kayu? Semakin ia menggerakkan tangannya ke bawah semakin ia merasa aneh. Kaylana menyergit heran, seperti ada yang salah__ Kaylana dengan

