"Lepaskan aku Liam.” Marah Kaylana terhadap pria itu. Ia tidak menyangka ternyata Liam diam-diam mengikutinya. Awalnya ia sedang menyusuri lorong belakang sesuai arahan salah satu pelayan yang ia tanyai. Salah satu dari pelayan itu mengatakan lokasi toilet cukup jalan lurus di lorong sebelah kiri, setelahnya berbelok ke kanan dan tepat di situ dapat menemukan toilet pengunjung. Liam yang diam-diam mengikuti Kaylana dan saat dirasa aman ia dengan gesit menarik tangan gadis itu dan menahan pergerakannya pada dinding. Lorong ini sepi dan bagus untuk Liam berbicara dengan gadis itu. Kejadiannya terlalu tiba-tiba hingga tidak memberi ruang untuk gadis itu melawan. Tetapi Kaylana tetap mencoba mendorong Liam namun tenaganya tidak cukup kuat melepaskan diri. Liam mengunci tangan Kaylana di at

