Ini gila, bisanya aku mengiyakan ajakan laki-laki ini. Hingga akhirnya berada di sinilah aku sekarang. Di salah satu cafe yang berada di kawasan PVJ. Dengan suasana paling awkward yang pernah ada, dia yang sedari tadi berusaha untuk membuat hal ini senyaman mungkin. “Jadi gimana Frey? Mau kamu kasih saya kesempatan?” Aku memang masih bergeming tanpa berniat mengucap satu kata pun. Antara speechless dan bingung mau menanggapi apa. “Kamu gak ngerti saya,” dan hanya itulah yang bisa aku katakan. “Karena itu, izinkan saya untuk mengerti kamu.” Aku kembali terdiam. Laki-laki ini entah kenapa seakan dengan yakinnya bisa masuk dalam kehidupanku. Treat me better? Seperti katanya beberapa saat lalu. Hah, bahkan aku sendiri gagal dalam personal treating. Dia yang katakanlah orang baru, belum t

