
A sunflower can never be a rose, and a rose can never be a sunflower. All flowers are beautiful in their own way, and that's like women too
-Miranda Kerr-
Jika kebanyakan perempuan menyukai bunga cantik seperti rose, daisy, atau bahkan lily of the valley, tapi tidak denganku.
Aku menyukai Sunflower. Mengapa? Bagiku suka tidak butuh alasan. Seperti perasaan haramku kepada salah satu lelaki dalam 'Threever' itu, Arganata Reikhan.
Seperti inikah yang dialami Fachry dulu? Sahabat yang menyukaiku lalu kutolak mentah hanya karena perasaanku kepadanya sebatas cinta platonis. Lalu, seperti karma, aku menyukai lelaki lain dalam hubungan persahabatan kami. Naasnya, lelaki itu terindikasi hanya menganggapku sebagai adik perempuannya. Sementara, perasaan ini semakin menjadi, sesak begitu terdesak, terlebih sejak dia kembali bersama kami. Aku merasa bodoh.
Atau kini aku punya alasan tentang Sunflower? Sama seperti matahari yang akan terus memberikan kehangatan melalui sinarnya tanpa meminta sedikitpun untuk kita membalasnya.
Memberikan kehangatan, seperti Demiko Bisri.
-Freya Katyaluna-
~~OO~~
Dari sekian banyak bunga yang bisa kutanam untuk perkebunanku ini, kenapa pilihanku jatuh pada bunga matahari? Bukankah tanah di sini lebih banyak untuk ditanami bunga mawar? Ah, aku tidak peduli dengan yang lebih banyak. Karena yang sedikit itu yang lebih istimewa, lebih menarik perhatian, bukan begitu?
Seperti perempuan yang kutemui di kota beberapa waktu lalu. Dia cantik, dan dia berbeda.
Seandainya waktu bisa kurekayasa, mungkin akan dengan sekenanya aku menemuinya kembali.
Freya Katyaluna, dialah yang menurutku istimewa. Kuharap, ada takdir lain yang mempertemukan kami kembali. Semoga.
-Demiko Bisri

