Tau rasanya sudah dilambungkan sedemikian tinggi kemudian dijatuhkan, dihempas begitu saja? Mungkin seperti itulah gambaran hatiku saat ini. Belum kering luka karena Arga. Kini? Bodoh, harusnya jangan semudah itu percaya. Semua laki-laki memang b******k. Astagaa ... Sudahlah, tidak penting memikirkan hal itu. Kini, aku harus mendapati kenyataan duka, bahwa Afika putri kecil Arga dan juga dokter Shakiya akhirnya menyerah kalah oleh penyakitnya. Afika telah tiada. Sempat kaget mendengar kabar dari Arga dengan suara serak dan putus asa kemarin. Dan bagaimana mungkin aku masih bisa berdiam diri di sini sementara? Dan lagi, demi apa aku ingin sekali lenyap dari lelaki yang akhir-akhir ini berhasil mengalihkan pikiranku akan Arga. Laki-laki yang kemarin mengajakku berkeliling sampai ke B

