"Kalau memang sehati, ya mau." Itu jawaban Agha yang sebetulnya semakin membuat Agha bingung sendiri. Ia menjawab ya begitu saja karena berpikir kalau itu adalah Humaira. Apalagi Humaira juga tampak tersenyum begitu mendengar jawabannya. Hal yang membuat Agha bertanya-tanya. Kenapa Humaira menanyakan itu? Untuk apa pula? Seperti bukan Humaira saja. Sebelum gadis itu beranjak pamit, Agha sempat mengatakan.... "Tapi setelah itu wajib menikah." Hal yang semakin membuat senyum Humaira makin mengembang. Ya bagi Agha, urusan perasaan memang tak sepele. Kalau memang mau serius ya maju. Allah kan Maha Pembolak-Balik hati manusia. Iya kan? Tak ada yang benar-benar tahu akan bagaimana hidup mereka nantinya. Keputusan Agha juga bisa berubah setiap waktu. Ya kan? Ia pamit dari Agha yang terus men

