Di Ambang Kebingungan

2964 Words

Kampanye puncak. Agha sangat profesional. Meski tampaknya ada tembok antaranya dan Humaira, ia tetap fokus pada kepentingannya di sini. Acara kampanye pagi itu dibuka dengan meriah. Yang datang? Hampir seribu orang sehingga Balairung sangat riuh dan padat. Timses Agha tentu saja sangat senang. Meski ini baru sekian persennya tapi mudah-mudahan masih banyak yang mendukungnya di luar sana. Salah satu timsesnya Andros juga terlihat. Tapi tak ada satupun timsesnya Agha tahu. Kemudian lelaki itu pergi begitu saja setelah mengamati sejak lama. "Gilak! Acaranya sebetulnya gak gede, Dros. Tapi massanya banyak!" "Ya sekalipun massanya gak banyak, tapi bisa bikin acara kayak gitu gilak aja!" "Ya wajar lah, anak konglomerat. Duitnya banyak!" Yang lain sahut menyahut. Andros terdiam. Sebetulnya A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD