"Pagi semua!!!" teriak Angel dari lantai 2.
"Ck, Apaan sih dek, pagi-lagi udah kek toa!!!" sewot Damian sambil berdecak.
"Sudah-sudah ngggak usah pada ribut, mending ini sarapan dulu.
"Iya mom."
Hanya ada suara dentingan piring dan sendok. Mereka semua masih fokus dengan makanan mereka masing - masing. Di dalam keluarga Jashob memang tidak diperkenankan berbicara saat melakukan aktivitas makan. Kecuali makanannya sudah dihabiskan.
"Angel, besok kamu mulai berangkat sekolah ya," kata Rudi - ayahAngel memecah keheningan.
"Sekolah dimana, Dad?" tanya Angel bingung.
"Di Nusa Bangsa, dan hari ini Dady akan daftarkan kamu di sana."jawab Rudi.
"Ohh di sekolah kak Damian dong, Dad?"
"Iya, di sekolah gue, banyak cogan kok di sana, termasuk gue most wanted sekolah itu," sahut Damian ketika makanannya sudah habis.
"Ck, apaan sih bang, gue kan nanyanya sama Dady bukan sama lo."
"Sudah-sudah, mending kamu berangkat sekolah nanti telat," lerai Meli.
"Iya mom." jawab Damian.
***
"Tumben nih si Damian belum berangkat?" tanya Reno sambil mengedarkan pandangan matanya ke seluruh lapangan untuk mencari Damian.
Kebiasaan mereka memanglah begitu. Jika salah satunya belum ada yang datang maka mereka akan menunggunya. Walaupun telat, mereka akan saling menunggu.
"Iya, nggak biasanya," jawab Rangga sambil tangannya bersedakap di depan d**a dan bersender di tembok. Sedangkan Marvell, sedaritadi cuma diam dan fokus ke Hp.
Hosh...hosh...hosh...
"Tolongin gue," ujar Damian yang baru saja datang.
"Astangtang, ngagetin aja lo!!! Emang lo kenapa?" tanya Reno.
"Gue dikejar sama cabe kriting, mending kita kab--" ucapnya terpotong ketika ada teriakan dengan suara cempreng, siapa lagi kalo bukan Maeda dkk yang diketuai oleh Maeda.
"Bebeb, kok aku di tinggal sih?!" tanya sasa yang merupakan antek-anteknyq Maeda sambil bergelayut manja di lengan Damian.
"Ck, apaan lo!!! Minggir sana!!!" sambil menempis tangan Sasa.
Reno juga sedang digoda oleh Nina, Rangga digoda oleh Anggi dan mereka semua juga menolaknya. Sedangkan di sisi lain Marvell sedang digoda oleh Maeda.
"Hai sayang," ucapnya sambil senyum di imut-imutkan.
"Apaan sih lo, kek nggak laku aja."
Murid-murid yang tidak sengaja melihatnya pun menahan tawa karena takut dengan Maeda dkk, mereka semua takut dibully. Sedangkan Damian dkk sudah tertawa terpingkal-pingkal.
"Rasain lo, makanya jadi cewe tuh jangan murahan," kata Damian dkk dan meninggalkan Maeda dkk.
Tidak lama kemudian terdengar suara bel masuk pelajaran. Pelajaran di kelas Marvell dkk kali ini adalah sejarah. Menurut mereka, pelajaran sejarah adalah pelajaran yang sangat membosankan dan membuat mengantuk. Kebiasaan Marvell dkk memang pasti tidur ketika pelajaran sejarah. Toh mereka nakal-nakal juga jago dalam bidang akademik. Mereka semua menduduki kelas XII IPA 2.
Kring...kring...kring...
Suara bel tanda istirahat.
"Baik anak-anak, kita akhiri pelajaran ini dan Selamat siang."ucap guru itu
"Selamat siang, pak."jawab mereka semua dan melakukan kebiasaan mereka di kantin.
***
"Itu, kak Damian."
"Hai kak," sapa Bella.
"Eh, Hai. Ada apa ya?" kata Damian sambil mengangkat kepalanya.
" Nanti pulang sekolah Angel dirumah nggak, kak?" tanya Bella.
"Oh, di rumah kok." jawabnya.
"Oh yaudah makasih, kak," jawabnya sambil meninggalkan Damian dkk.
"Bella ternyata cantik," ucap damian dalam hati.
"Kesambet apa lo? Senyum-senyum sendiri bae." ucap Rangga sambil memukul pundak Damian.
"Apaan sih lo."
Matahari berada di tengah-tengah menunjukan waktu sudah siang dan waktunya pulang sekolah.
***
"Ck, gue bingung kalau di rumah sendiri, ke salon udah, tidur juga udah, baca novel?" tanyanya pada diri sendiri. "Ah males ah."
Saat ini Angel sedang berada di rumah dengan pembantunya. Karena ortunya sedang bekerja dan kakaknya sedang sekolah. Dia sangat malas untuk hari ini. Angel juga bingung mau melakukan aktivitas apa. Tiba-tiba ada suara yang mengejutkan.
"Angel, where are you!!!" teriak orang tersebut. siapa lagi kalo bukan sohibnya, yaitu Bella, Aurin, dan Karin.
"Nggak usah teriak-teriak gue belum mau b***k!"
"Eh Ngel, katanya besok lo mulai sekolah ya?" tanya Bella.
"Iya, besok gue mulai sekolah."
"Mudah-mudahan aja kita 1 kelas."
"Iya."
Matahari mulai berjalan ke arah barat tanda mulai sore. Akhirnya mereka semua pulang kerumah masing-masing.