Part 6

883 Words
"Dari mata turun ke hati" Hari ini adalah hari pertama Angel masuk sekolah Nusa Bangsa. Angel juga sudah siap-siap. *rok pendek di atas lutut 5 cm. CeK √√ *baju agak  ketat sedikit. Cek √√ * Sepatu nike kesayangannya warna biru. cek √√ *polesan sedikit bedak bayi dan lipgloss. Cek √√ *rambut berwarna coklat agak hitam. cek√√ Setelah semua perlengkapanya lengkap, dia turun ke lantai bawah untuk sarapan. "Pagi semua." sapa Angel ketika sudah di lantai 1 dan menyium pipi kakak, ayah, dan ibunya. "Pagi juga sayang." "Widihh, little girl abang cantik banget hari ini."kata Damian. "Udah dari bayi kali kak."jawabnya asal. Damian hanya terkekeh mendengar jawaban adiknya. Damian berfikir tentang apa nanti yang akan terjadi dengan adiknya. Secara dia itu cantik dan berprestasi. Lalu apa kabar dengan Maeda dkk? apakah dia akan membully nya? Untuk itu Damian harus berjaga-jaga. "Mom, Dad, bang,  aku berangkat dulu ya." "Nggak bareng sekalian dek?" tanya Damian. "Nggak Bang, aku ada perlu sama temen-temen soalnya." Angel melangkahkan kaki menuju ke garasi untuk mengambil mobil lamborgini warna merah kesayangannya. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata sampai pengendara lain mengumpatnya. Angel sudah biasa mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata-rata karena di saat berada di Rusia, dia sering ikut mengikuti balapan liar dan mendapat julukan queen balap karena sering memenangkan balapan. Tak butuh waktu lama dia sudah sampai di sekolah dengan membutuhkan waktu 15 menit. Ketika Angel membuka pintu mobil  banyak murid-murid yang menatapnya kagum, iri, suka, dan lain-lain, terutama bagi kaum adam, tatapannya seperti buaya lapar. 'Buset cantik bener' 'Body nya coy' 'Kayak bule' 'Bola mata dan rambutnya' 'Idaman' 'Bakal jadi saingannya Maeda nih' 'Mana ada, tetap cantikan dia lah' 'Katanya sih dia sohibnya Alexa dkk' Begitulah teriakan-teriakan murid saat Angel membuka mobilnya.  Dengan anggunnya Angel melangkahkan kakinya untuk mencari ruangan kepsek, kepala sekolah. Saat berjalan di koridor dia tidak sengaja menabrak seseorang laki-laki . "Lo kalo jalan pakai mata dong!" bentak pria itu. Dia adalah orang yang tidak sengaja ditabrak oleh Angel. "Yang ada jalan itu pakai kaki ogeb!" jawabnya sambil melangkahkan kaki meninggalkan Marvell. "Cantik dan berbeda dari lainnya."gumamnya lirih "Aihh! ngapain juga gue muji tuh anak, urusan kita belum selesai." gumamnya dalam hati. *** "Buset, dari tadi dicari baru ketemu nih ruangan kepsek," gumam Angel dan kemudian dia mengetuk pintu. Saat dia akan mengucapkan salam dia sudah disuruh masuk oleh sang kepsek. "Masuk!" perintah kepsek "Pak, saya  masukya ke kelas mana ya?" tanya Angel. "Kamu masuk ke kelas XI IPA 1, mari saya antar." Saat menuju kelas, banyak kaum adam yang memperhatikan Angel. Tok,tok,tok ...(suara kepsek mengetuk pintu) "Assalamualaikum Bu Sri, ini ada murid baru," kata kepsek tersebut. "Oh iya, mari masuk," "Ayo, perkenalkan nama mu." suruh  bu Sri. "Hay guys! perkenalkan nama gue  Angelica jhasob, panggil saja Angel. Gue pindahan dari Rusia. Senang bisa berkawan dengan kalian." kata Angel sambil tersenyum manis. "Baik anak-anak, apakah ada yang mau bertanya?" tanya Bu Sri. "Angel, mau gak jadi pacar Abang?" tanya dodik ketua kelas XI IPA 1. Dan dijawab sorakan oleh seluruh penghuni kelas. "Huuuuuu!!" "Dasar gombalan receh," sahut Nita yang merupakan mantan dari dodik. "Sewot aja lo mantan yang kayak setan." jawab Dodik. "Angel, id line lo apa?" "Angel, nomor WA mu berapa?" "Angel, kapan mampir ke hati abang?" " ckckck, sudah-sudah pertanyaan kalian unfaedah. Dan kamu Angel,  duduk disebelah Bella. Bella coba angkat tanganmu."kata bu sri. Angel melangkahkan kaki menuju ke bangku sebelah Bella. Angel sangat senang karena satu kelas sengan sohib-sohibnya. "Hai guys!" sapa Angel. "Hai juga Angel." jawab sohib-sohibnya. Mereka berempat bertos ria untuk kemenangan dalam rangka satu kelas. "Baik anak-anak, kita lanjut pelajarannya, buka buku paket hal 125!" Pelajaran dimulai sangat tenang. Bagaimana dengan Angel? Dia jelas tidur karena pelajaran yang disampaikan sudah pernah diajarkan di saat dia sekolah di Rusia. Begitu juga karena otak Angel yang sangat cerdas. Tak lama kemudian suara bel terdengar menandakan waktu istirahat. Kringg...kringg..kring... "Baik anak-anak kita lanjut pelajaran hari ini minggu depan dan selamat siang." Angel dkk segera menuju ke kantin saat bu Sri sudah keluar. *** "Yan, katanya adek lo sekolah di sini ya?" tanya Rangga. "Iya." jawab Damian "Sudalah. kuy cabut ke kantin," ajak Marvell. Marvell dkk melangkahkan kaki ke kantin. "Kek adek lo tuh yan," ujar Reno sambil menunjukan dengan dagu. Damian mengedarkan pandangannya dan tepat, dia melihat adiknya yang sedang makan bersama teman-temannya. "Iya, kuy gabung kesana," ajak Damian. Marvell dkk jalan menuju tempat duduk Angel dkk. Dengan cekatan pria itu duduk menjejeri kaum wanita cantik yang tentu saja menjadi sorotan pengunjung kantin. "Hai princess," sapa Damian kepada adiknya. "Abang, ngapain ke sini?" tanya Angel. "Kantin kan bebas, ogeb lo dek." "Hai Angel, kenalin gue Reno yang paling ganteng," ujar Reno sambil mengedipkan matanya, yang mendapat jitakan dikepalanya oleh Damian. Sedangkan Angel dkk hanya terkekeh pelan melihat tingkah laku Reno. "Angel," jawab angel dengan senyum manis. " Yaelah Ngel, senyummu jangan manis-manis, abang gak kuat lihat senyumanmu, nanti abang diabetes," goda Reno. "Jijik gue," ujar Damian sambil bergidik ngeri. "Lo itu pantesnya jadi abang tukang bakso," ujar Rangga yang membuat semuanya tertawa sampai pengunjung kantin memperhatikan mereka. "Sewot aja loh." "Oh iya kenalin gue Rangga." "Gue Angel." "Vell, lo mau kenalan sama adeknya Damian nggak? Cantik orangnya, nggak lihat nyesel," ujar Reno yang membuat pipi Angel menjadi merah. Saat dia mendongakan kepalanya, keduanya sama-sama kaget. "LO?!!!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD