Tangan Angel tiba-tiba mengepal. Sedangkan Marvell hanya menatapnya datar.
"Lo kan yang nabrak gue?!"ujar Angel.
"Oh ya?" tanya Marvell sambil tersenyum miring. Ekspresi wajahnya tidak mengisyaratkan sedikit pun salah. Hanya ada rasa kekuasaan besar yang berada di wajahnya.
Angel membencinya. Bahkan ia sangat membencinya. Angel ingin sekali mencakar wajahnya biar mirip macan jantan. Hingga dia memaki-maki Marvell, "Dasar muka tembok berhati es batu, pingin gue cakar muka lo!"
"Dasar gak tahu malu," ucap Marvell dengan santainya.
"Dedek, tahan emosi. Tenang aja gak usah gitu nanti cantiknya hilang," ujar Rangga.
"Iya, nanti Abang jadi gak suka deh kalo princess Angel gitu, yang sabar aja. Dia mah orangnya nyebelin," ujar Reno sambil menunjuk ke arah Marvell dengan menggunakan dagu dan mendapat plototan mata oleh Damian dan Marvell. Yang ditatap justru cengengesan.
"Hehehe sorry bro," ujar Reno dengan watadosnya sambil menunjukan kedua telunjuknya membentuk huruf 'v' .
Mendengar kata-kata dari Marvell dkk membuat hati Angel memanas dan dia pergi dari kantin diikuti oleh sohib-sohibnya. Tidak cuma itu, langkahnya terlihat sambil dihentak-hentakan kakinya ke tanah.
"Adek gue kenapa tuh, Vell?" tanya damian kepada marvell.
Sedangkan yang ditanya hanya menyendikan bahu.
"Ohh, jadi gadis itu namanya Angel adiknya Damian, cantik juga," gumamnya dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
Dari arah jauh ada orang yang memperhatikan gerak-geriknya sambil tersenyum miring seperti devil.
***
Angel dkk sekarang sedang berada di rooftop. Angel sangat geram pada Marvell. Angel menganggap bahwa dia itu bermuka tembok dan berhati es batu karena sifatnya yang dingin. Yang menjadi heran, tangan kanan Angel mengepal dan dihantamkan ke tembok yang tidak mempunyai salah.
"Ihh! sebel deh gue, siapa sih tuh cwo? rese, belagu, sok yes, pingin gue tampar tuh muka," ujar Angel sambil menggenghentak-hentakan kakinya.
"Sabar Ngel, dia itu memang sifatnya gitu," ujar Bella tanpa melihat wajah Angel. Fokusnya hanya pada makanan yang ada ditangannya. Tanpa malu, saat Angel meninggalkan kantin, Bella meminta pedagang kantin tersebut membungkusnya, karena Bella rasa sudah membeli tetapi belum menikmati, kan mubazir.
"Tapi gue agak curiga, tumben dia jawab kata-katanya Angel. Biasanya kan dia kalo sama cwe hanya pakai bahasa badan seperti orang gagu," tutur Aurin mulai curiga.
"Iya, bener apa kata lo," sahut Karin.
"Jangan-jangan dia suka sama lo?"
"Ngaco kalian."
Kali ini mereka bolos pelajaran. Percuma saja mereka mengikuti pelajaran, toh mereka juga tidak akan bisa fokus. Selain diliputi rasa emosi, mereka juga akan memikirkan nasib lainnya saat terkena hukuman. Prinsip mereka adalah solidaritas tanpa batas. Jika satu tidak ada maka tidak ada semua.
***
Pelajaran di kelas Marvell dkk adalah Olahraga. Banyak kaum hawa yang berteriak histeris karena melihat Marvell dkk yang masih sparing basket. Namun tentu saja orang yang bisa membuat suasana gaduh adalah Marvell. Dialah seorang pria yang diidamkan oleh para wanita.
"Gitu aja songong. Lawan gue kalau berani," tantang Leo-musuh Marvell.
"Siapa takut."
Flashback on'
"Kita bertiga akan selalu bersama kan?Sarah sayang kalian," ujar sarah.
Sarah, Marvell, dan Leo adalah sahabat sejak kecil. Mereka saling akrab tidak memandang dari fisik dan harta benda. Bagi mereka kasih sayang sangat berharga dan saling melengkapi dengan persahabatan.
"Iya," ujar Leo dan Marvell sambil memeluk Sarah.
Hingga pada saat mereka menginjak SMP kelas 8, Leo mempunyai rasa cinta kepada Sarah dan Sedangkan Sarah mencintai Marvell begitu juga dia mencintai sarah. Pada suatu hari, tepatnya tanggal 1 April adalah Ultah Sarah. Leo dan Marvell sudah menyiapkan kejutan untuk sarah.
"Lo yang mau jemput Sarah atau gue?"
Tanya Marvell. Saat ini mereka sedang berada di rumah pohon.
"Gue saja," jawab Leo. Karena marvell sudah tahu tentang Leo menyukai Sarah, akhirnya dia lebih mengalah demi persahabatan mereka.
"Ok"
Saat Leo dan Sarah dalam perjalanan, tiba-tiba hujan lebat.
"Kita lanjut aja ya, Sar," ajak Leo. Sarah hanya mengangukan kepala sebagai jawabannya.
Saat itu dari arah depan ada truk yang oleng. Leo menghindari truk itu dan akhirnya mereka berdua mengalami kecelakaan dan merenggut nyawa Sarah. Anehnya Leo baik-baik saja.
"Kenapa bisa terjadi, Yo?" tanya Marvell sambil menarik kerah baju Leo dan memukul wajahnya hingga sudut bibir leo berdarah.
"Sudah-sudah ini semua takdir, biarkan Sarah tenang dialam sana. Leo, coba kamu ceritakan apa yang terjadi.
Leo menceritakan semuanya hingga membuat Marvell membencinya. Hingga sampai sekarang , marvell mempunyai sifat yang dingin.
Flashback off'
Leo dan Marvell bertanding bola Basket. Dan akhirnya Dimenangkan oleh Marvell.
"Oke, kali ini lo yang menang, tapi gue akan rebut Angel dari lo," ujar Leo meninggalkan Marvell, tak lupa pula disertai wajah sinisnya.
"Gue harus bertindak, gue harus melindungi Angel," gumamnya lirih.