Part 10

747 Words
"Iya, gue sama Angel udah pacaran." "Gila,  lo gak ngasih tau kita-kita." "Iyalah, orang nembaknya aja gak ada romantis-romantisnya, yang ada kesempatan dalam kesempitan," cletuk Damian. "Alhmdulillah ya allah, akhirnya teman gue bisa normal juga, sekian lama anti cewe-cewe club," ucap Rangga yang dihadiahi jitakan Marvell. "Enak aja lo, gue ini normal dari dulu." Angel hanya menggeleng-gelengkan kapala melihat kelakuan pacarnya. "Lo kasih pelet apa, Ngel? Sampai Marvell bisa ngomong panjang lebar dan gak dingin?" tanya Rangga yang di hadiahi jitakan lagi oleh Damian. "Lo pikir adek gue apa? kurang ajar lo," kata Damian sambil melotot. "Apa salah gue coba? Gue kan ngomong apa adanya." "Lo aja yang ngomongnya ngelantur," sewot Reno. Diantara mereka berempat yang paling humoris adalah Rangga, yang paling play boy adalah Reno, dia selalu ganti pacar setiap minggunya, yang paling sok cool dan caper adalah Damian, dan yang paling datar dan cool adalah Marvell. Tetapi, sekarang hati Marvell sudah ditakhlukan oleh Angel. Dia sudah mulai mencerminkan sifatnya yang dulu, sifat yang sangat jail dan periang. Sifat Marvell masih tetap cool dan datar jika tidak bersama keluarga dan teman-temannya. "Udah-udah ngapain pada ribut sih? Gue cabut ke kelas dulu," ujar Angel sambil mengambil tasnya dan keluar dari kantin. "Yee lo sih, jadi ngambekkan tuh," ujar Marvell mengejar Angel. Marvell lari mengejar Angel yang sudah menjauh. Rambutnya naik turun mengikuti irama larinya. Banyak kaum hawa yang memandang kagum. Hingga akhirnya Marvell bisa mensejajarkan langkah dengan Angel. "Angel, tungguin aku napa?!" Angel hanya memutar bola matanya malas. Marvell menggandeng tangan Angel. Kelima jarinya menggenggam dengan erat. Mereka saling mengaitkan jari. Dia mengantar Angel sampai di depan kelasnya. "Belajar yang bener jangan malas. Nanti istirahat aku ke kelasmu," ujar Marvell dengan senyum manis membuat orang yang lewat terpesona. "Iya." Marvell mengacak rambut Angel. "Apaan sih, vell, jadi berantakan nih," ketus Angel "Berantakan tapi kamu tetap cantik kok." "Ishh, Apaan coba." Ternyata di kelas Angel belum ada guru. Saat Angel memasuki kelas, banyak pandangan mata yang memandangnya bingung sebab selama ini tidak ada seorang cewe yang mampu menakhlukan hati Marvell. Sahabatnya pun memandangnya dengan tatapan seakan berkata 'lo hutang cerita sama gue'. "Lihatnya gak usah gitu juga," ujar Angel saat duduk di bangkunya. "Lo kok deket banget? Bukanya kemarin baru ribut?" tanya Bella. "Gue udah jadian." "What?!" teriak sahabat Angel bersamaan. Seluruh pandangan mata tertuju pada keempat orang tersebut seakan mereka semua bingung. "Gausah teriak juga bego." "Yee lo mah gitu, gue gak mau tahu, pokoknya lo harus cerita semua tentang ini," ujar Aurin. "Iya-iya, gue ceritain." mengalirlah semua cerita dari Angel. Ketiga temannya mendengarkannya baik-baik. "Gila tuh anak, gak ada romantis-romantisnya," ujar Karin. Ketiganya hanya mengangguk hingga guru mapel MTK masuk ke kelas mereka. *** "Lo mau kemana, Vell?" tanya Reno. "Mau ke kelas Angel." Marvell melangkahkan kaki turun dari tangga. Kelas Angel memang  berada di bawah kelas Marvell. Ketika Marvell sampai di kelas Angel, dia tidak menemukan sang kekasihnya. "Angel dimana?" tanya Marvell pada anak yang satu kelas dengan Angel. "Gak tau, Kak. Tadi keluar sama teman-temannya. Mungkin ke kantin, Kak." Tanpa mengucapkan terima kasih kepada anak itu, dia langsung pergi menuju ke kantin. Marvell mengedarkan pandangannya hingga menemukan seseorang yang dicarinya. "Kamu kok ninggalin aku sih? tadikan aku udah bilang tunggu aku." "Ya mangap," jawabnya cuek. "Maap b**o," ujar Karin sambil menjitak kepala Angel. Dari arah pintu depan datanglah kawan-kawan Marvell. Mereka bergabung dengan Angel dkk. "Hay guys," sapa Rangga. Rangga duduk di depan Aurin, Damian di depan Bella, dan Reno di depan karin yang merupakan mantannya. Ada perasaan risih diantara Reno dan Karin. Mereka itu mantan tapi sayang. Hanya saja egonya mengalahkan segalanya. "Kita habis ini mau kemana?" tanya Marvell. "Kemana gimana maksud lo?" tanya Reno. "Setelah ini kita pulang awal karena nanti ada rapat sama ortu gue." Marvell mengetahui semuanya karena dia anak dari pemilik sekolah tersebut. "Gimana kalau kita nonton aja?" ajak Angel kepada Aurin, Bella dan Karin. Mereka bertiga mengangguka kepala. "Eittss, gak bisa. Kamu harus pergi sama aku." Angel hanya memutar bola matanya malas. Ini adalah hal yang tidak dia sukai tentang pacaran. Banyak aturan yang akan dia aturi. "Gimana kalau Marvell-Angel, gue-Bella, Rangga-Aurin, Reno - Karin," ujar Damian yang dibalas anggukan oleh teman-temannya kecuali Karin. "Gak! Gue gak mau!" tegas Karin "Udah gak pa-pa sama aku saja, Kar," ujar  Reno yang di balas dengan putaran bola mata karin. "Pengumuman, hari ini sekolah Nusa Bangsa akan dipulangkan lebih awal, karena ada rapat dengan pemilik yayasan. Sekian dan terima kasih." "Ayo, Ngel. Ambil tas lo dulu," ajak Marvell sambil menggandeng Angel.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD