Prolog

273 Words
Di siang hari yang terik, ada seorang anak kecil membawa ice cream rasa strawberry. Dari kejauhan Lala tersenyum. “La nih yang kamu mau.” ucap Dodit sambil menyerahkan ice creamnya. “Makasih dodit.” Lala sambil mengambil ice creamnya di tangan Dodit. “Oh iya La aku punya sesuatu buat kamu.” Dodit lalu mengeluarkan dua buah boneka berukuran sedang berbentuk gurita dari dalam tasnya. “yang warna pink buat kamu, kalo yang warna biru buat aku.” Dodit memberikan boneka gurita berwarna pink. “La aku mau nanti kalo kita udah besar kamu jadi pacar aku ya, pokonya kamu harus simpan boneka ini baik-baik, oke?” Dodit menjulurkan jari kelingkingnya kepada Lala. “Tapi dit Lala gak janji karena Lala mau pindah ke Palembang, Lala takut kita gak akan ketemu lagi.” ucap Lala dengan wajah cemberut tetapi mengemaskan. “gak apa-apa La, aku janji akan cari kamu kalo kita udah gede!” Suasana menjadi hening, seketika ada mobil berwarna putih datang, jendela mobil perlahan terbuka dari sebrang jalan seorang wanita melambaikan tangannya. “Lala sayang ayo kita berangkat sekarang.” Lala hanya diam sambil melihat boneka pemberian Dodit. “La kamu pergi aja! Kasian mama papa kamu udah nungguin kamu.” ucap Dodit dengan suara yang sangat lembut. “Dodit jangan lupain Lala ya! Lala janji kita akan ketemu lagi suatu saat nanti.” Lala lalu pergi meninggalkan Dodit sendirian. Hari sudah mulai gelap, terlihat ada awan hitam yang menyelimuti langit. Tiba-tiba saja air mata jatuh ke pipi Dodit. Hujan mulai turun membasahi Dodit, menandakan bahwa hanya hujan yang merasakan apa yang Dodit rasakan. “LALAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!” Dodit berteriak Sekencang-kencangnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD