Sebuah pantulan sinar lampu membuat siluet indah pohon akasia yang ada dihadapanku. Aku terdiam menunduk, di luar mobil yang masih tetap belum beranjak dari tempatnya. Mobil itu berhenti persis di sebuah rumah bernuansa tradisional jawa yang sangat sejuk dengan beraneka macam tetumbuhan yang menghiasinya. Ini adalah rumah Bu dhe Sri, alias rumah Nadia, alias rumah yang aku tempati sekarang. "Kenapa nggak cepet pergi?" tanyaku karna belum melihat gelagatnya untuk balik kanan dan cabut. "Aku nggak disuruh masuk?" tanyanya langsung membuat aku shock. Wajahku langsung terdongak ke atas, menatapnya yang masih memandang lurus rumah itu dari dalam mobilnya. "Ngapain?" Ia memutus kontak matanya dengan rumah, lalu melirik sekilas ke arahku. "Nggak apa-apa." Aku mengerutkan alisku, heran deng

