"Dira keluar Ra, makan." Bik Nis mencoba memanggil wanita hamil itu, namun hasilnya nihil, Dira tidak ingin membuka pintu kamarnya. "Dia belum keluar juga bik?" Tanya Gibran, luka yang Gibran dapatkan masih terasa sakit. Lihatnya istrinya itu masih ngambek tidak jelas. "Ra, Makan dulu." Suara Gibran begitu lembut, dia sudah bosan berteriak. Pintu kamar Dira terbuka, wanita hamil itu nampak baru saja bangun, "Jam berapa sekarang kak?" Pertanyaan Dira begitu polos, benar saja wanita itu baru bangun dari tidurnya. "Jam delapan, kamu baru bangun."Dira menguap beberapa kali. Matanya wanita itu terbuka lebar, "Jam delapan?" Teriaknya. Gibran menganggukan kepalanya. "Kenapa kak Gib nggak bangunin Dira sih?" Gibran menaikan sebelah alisnya, jadi wanita itu tidak mendengar kalau dia sudah mengetu

