85

1835 Words

"Aaaaakkk!!" Dara berteriak kencang saat mendapati Daren yang kini sudah berada di dalam kamarnya. Bagaimana mungkin dia bisa masuk? Dara cukup yakin kalau sudah mengunci rapat jendelanya tadi malam. Jadi tidak mungkin jika cowok itu menyelinap masuk seperti biasa, dengan cara memanjat balkon kamarnya. Kecuali.... "kamu! gimana bisa ada dikamarku sepagi ini??" tanya Dara, sesaat setelah menarik selimut hingga mencapai batas mulutnya. Tidak mau jika sampai Daren melihat hal yang tidak diinginkan. Termasuk sebuah peta di sekitar pipi, yang mungkin saja tidak sengaja ia buat saat dirinya tertidur lelap semalaman. "Pagi? Ini udah hampir siang! Kamu nggak mau ikut ujian??" "Hahh?!" Dara menoleh cepat ke arah jam beker kecil di nakasnya. Netranya membelalak sempurna saat mengetahui jika di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD